SAE Paswangi Banyuwangi Jadi Lokasi Penyuluhan Petani LPP RRI: Warga Binaan Lapas Ikut Belajar Pertanian
Suara Pecari | Banyuwangi – Lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Paswangi milik Lapas Kelas IIA Banyuwangi kembali menjadi pusat perhatian. Kali ini, SAE Paswangi Banyuwangi Jadi Lokasi Penyuluhan Petani LPP RRI yang digelar oleh Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Banyuwangi pada Selasa, 9 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah kelompok tani dari berbagai wilayah di Banyuwangi dan dipandu langsung oleh para penyuluh pertanian profesional.
Pemilihan SAE Paswangi sebagai lokasi penyuluhan bukan tanpa alasan. Lahan seluas beberapa hektare ini dinilai representatif sebagai contoh pengelolaan pertanian produktif dan terintegrasi. Di sini, para petani tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung di lapangan. Mulai dari teknik penanaman, pemupukan, hingga pengelolaan hama, semua diajarkan secara komprehensif.
Kepala Lapas Kelas IIA Banyuwangi, Solichin, menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, SAE Paswangi Banyuwangi Jadi Lokasi Penyuluhan Petani LPP RRI memberikan manfaat ganda. Selain bagi petani peserta, ilmu yang disampaikan juga otomatis terserap oleh warga binaan yang sedang menjalani program asimilasi di SAE Paswangi. “Kami sangat berterima kasih atas penunjukan SAE Paswangi ini. Ilmu yang disampaikan para penyuluh otomatis juga terserap oleh warga binaan yang sedang menjalani program asimilasi di sini,” ujar Solichin.
Keberadaan SAE Paswangi memang dirancang sebagai wadah pembinaan keterampilan dan kemandirian bagi warga binaan. Fokus utamanya adalah sektor pertanian dan perikanan. Dengan adanya penyuluhan dari Dispertan, warga binaan mendapatkan tambahan pengetahuan yang sangat berharga. “Tujuan awal SAE Paswangi memang sebagai wadah pembinaan untuk meningkatkan keterampilan warga binaan, baik di sektor pertanian maupun perikanan,” katanya.
Solichin berharap keterampilan yang diperoleh warga binaan selama mengikuti program di SAE Paswangi dapat menjadi bekal saat mereka kembali ke tengah masyarakat. “Kami ingin mereka tidak hanya bebas secara fisik, tetapi juga memiliki kemampuan untuk hidup mandiri dan berkontribusi positif,” tambahnya.
SAE Paswangi Banyuwangi Jadi Lokasi Penyuluhan Petani LPP RRI juga menjadi bukti bahwa sinergi antara lembaga pemasyarakatan, pemerintah daerah, dan kelompok tani dapat berjalan dengan baik. Saat ini, SAE Paswangi tidak hanya berfungsi sebagai lokasi pembinaan, tetapi juga berkembang menjadi tempat edukasi pertanian lintas sektor. Berbagai pihak mulai dari dinas terkait hingga akademisi sering berkunjung untuk belajar dan berbagi pengalaman.
Para petani yang mengikuti penyuluhan mengaku sangat terbantu. Mereka mendapatkan wawasan baru tentang pertanian modern yang ramah lingkungan. Salah satu peserta, Supriyadi, mengatakan bahwa teknik yang diajarkan sangat aplikatif. “Kami bisa langsung mempraktikkan di lahan kami masing-masing. Semoga hasil panen kami meningkat,” ujarnya.
Keberhasilan SAE Paswangi sebagai pusat edukasi pertanian diharapkan dapat direplikasi di daerah lain. Dengan demikian, program asimilasi tidak hanya bermanfaat bagi warga binaan, tetapi juga bagi masyarakat luas. SAE Paswangi Banyuwangi Jadi Lokasi Penyuluhan Petani LPP RRI menjadi model kolaborasi yang patut dicontoh.
Kesimpulannya, SAE Paswangi telah membuktikan diri sebagai lebih dari sekadar lahan asimilasi. Melalui penyuluhan pertanian, tempat ini menjadi jembatan antara pembinaan narapidana dan peningkatan kesejahteraan petani. Semoga ke depannya, program serupa terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi semua pihak.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.









