Batik Pocangan Hadirkan Motif Khas, Dorong UMKM Naik Kelas di Jember

Batik Pocangan Hadirkan Motif Khas, Dorong UMKM Naik Kelas di Jember

Suara Pecari, Jember – Batik Pocangan di Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, terus mengembangkan produk batik dengan motif dan warna yang khas, sekaligus memberdayakan UMKM lokal agar naik kelas. Usaha yang dirintis sejak 2019 ini kini melibatkan sekitar 20 tenaga kerja dan menerima pesanan mencapai Rp80 juta hingga Rp100 juta per bulan.

Motif Khas dan Inovasi Warna

Batik Pocangan memiliki ciri khas berupa motif dan permainan warna yang berbeda dari batik pada umumnya. Salah satu motif unggulan adalah Bako Sunduk, yang menjadi identitas kuat produk ini. Anis Sulalah, pendiri Batik Pocangan, menyampaikan bahwa inovasi motif dan warna terus dilakukan agar produk tetap memiliki karakter khas namun juga mengikuti tren fashion terkini.

Baca juga:

Peran Anis Sulalah dan Pemberdayaan Masyarakat

Meski berprofesi sebagai bidan di Kecamatan Sukowono, Anis tidak berhenti mengembangkan Batik Pocangan. Ia melibatkan masyarakat sekitar sebagai tenaga kerja dalam proses produksi, memberikan dampak ekonomi yang positif bagi lingkungan. Keterlibatan 20 tenaga kerja menjadi bukti bahwa UMKM berbasis budaya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Jejaring dan Pasar Internasional

Batik Pocangan telah mendapat kepercayaan dari sejumlah desainer ternama seperti Bubah Alfian dan Ivan Fanany, membuka jalan untuk memperluas jejaring di dunia fashion. Produk Batik Pocangan juga telah dikenal hingga ke berbagai negara, termasuk Jepang, Cina, Malaysia, Prancis, dan Amerika Serikat. Meskipun belum melakukan ekspor resmi, produk tersebut sudah dibawa dan digunakan di luar negeri.

Keterlibatan dalam Kegiatan Fashion dan Figur Publik

Selain untuk kebutuhan fashion sehari-hari, Batik Pocangan juga digunakan dalam ajang pemilihan figur publik seperti Gus dan Ning, Raka-Raki, Puteri Indonesia, hingga Miss Charm. Hal ini turut meningkatkan visibilitas batik khas Jember di kalangan masyarakat luas.

Baca juga:

Harga dan Kualitas Produk

Produk Batik Pocangan ditawarkan dengan harga mulai dari Rp175.000 hingga Rp5.000.000, tergantung pada bahan, motif, tingkat kesulitan pengerjaan, dan jenis produk. Anis selalu menjaga kualitas dan terus berinovasi agar produk tetap menarik dan memenuhi standar pasar.

Signifikansi dan Dampak Ekonomi

Perjalanan Batik Pocangan menunjukkan bahwa potensi daerah dapat dioptimalkan menjadi produk bernilai ekonomi melalui pengelolaan yang konsisten dan melibatkan masyarakat. Dengan pesanan yang stabil dan peningkatan pasar, usaha ini menjadi contoh keberhasilan UMKM berbasis budaya di Jember yang mampu naik kelas dan memperluas jangkauan pasar hingga internasional.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *