Dana Bank Melimpah, Gus Fawait Desak Kredit dan Investasi di Jember Digenjot
Suara Pecari, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember menekan sektor perbankan agar lebih agresif menyalurkan dana pihak ketiga (DPK) untuk pembiayaan produktif. Dorongan ini disampaikan Bupati Jember, Gus Fawait, dalam forum sinergi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), dan pimpinan perbankan di Kantor OJK Jember, 18 Agustus 2026.
Optimalisasi Dana Pihak Ketiga untuk Kredit Produktif
Posisi dana pihak ketiga di Jember tergolong tinggi, namun Gus Fawait menilai dana tersebut perlu disalurkan lebih optimal dalam bentuk kredit produktif. Hal ini bertujuan untuk menggerakkan ekonomi daerah, memperbesar kontribusi investasi dan sektor swasta, serta menciptakan lapangan kerja.
Kepala OJK Jember, Aris Budiman, menegaskan pentingnya kolaborasi antara perbankan dan pemerintah daerah agar pembiayaan dapat diperluas dan mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus kesejahteraan masyarakat.
Pertumbuhan Ekonomi Jember dan Strategi Penguatan
Pertumbuhan ekonomi Jember pada kuartal pertama 2026 mencapai 6,35 persen, tertinggi di kawasan Sekar Kijang. Untuk menjaga dan memperkuat momentum ini, pemerintah daerah fokus pada peningkatan investasi dan pembiayaan sektor riil, tidak hanya mengandalkan belanja APBD dan APBN.
Investasi Besar di Sektor Pengelolaan Sampah
Pemkab Jember membidik investasi besar di sektor pengelolaan sampah dengan nilai diperkirakan mencapai Rp1,5 hingga Rp2 triliun. Investasi ini ditargetkan mulai direalisasikan akhir 2026 dan akan melibatkan dukungan pemerintah pusat serta perbankan.
Pemerintah daerah juga siap mengatasi hambatan investasi, termasuk yang memerlukan koordinasi lintas pemerintahan, serta menyediakan infrastruktur pendukung seperti jalan, penerangan, jaringan air, dan listrik.
Pembangunan Infrastruktur dan Akses Pembiayaan
Rencana pembangunan jalan tol yang masuk wilayah Jember dan kelanjutan Jalur Lintas Selatan (JLS) menjadi kunci membuka akses ekonomi baru dan mengubah peta investasi regional. Pemkab Jember telah memperoleh komitmen anggaran sekitar Rp3 triliun untuk menyambung jalur Malang-Lumajang-Jember dengan target selesai pada 2029.
Dalam mendorong akses pembiayaan, Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi instrumen utama untuk memperluas modal masyarakat serta mendukung sektor riil dan UMKM. Pemkab Jember siap membantu perbankan mengatasi kendala penyaluran kredit sesuai aturan dan prosedur yang berlaku.
Komitmen Bersama untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif
Forum sinergi ini tidak hanya sebagai ruang diskusi tetapi telah menghasilkan komitmen dan rekomendasi bersama agar dana pihak ketiga yang ada di Jember dapat disalurkan secara lebih optimal. Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih luas terhadap usaha, investasi, penciptaan lapangan kerja, serta pengentasan kemiskinan di daerah.
Gus Fawait optimis dengan pertemuan ini pertumbuhan ekonomi dan pendapatan di Jember akan semakin membaik dan berkelanjutan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










