Mentan: Desa Tak Bergantung Dolar AS
Suara Pecari |
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa penguatan dolar tidak akan mengancam masyarakat desa karena desa memiliki daya tahan ekonomi kuat yang didukung oleh sektor pertanian.
Menurut Amran, dampak penguatan dolar ada tetapi tidak signifikan karena harga BBM subsidi tidak naik dan harga pupuk turun.
Ia juga menambahkan bahwa desa memiliki ketahanan pangan domestik yang kuat karena mayoritas kebutuhan pangan nasional dipenuhi oleh produksi dalam negeri.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa nilai ekspor sektor pertanian meningkat sekitar Rp166 triliun pada Januari hingga Desember 2025.
Pemerintah juga mencatat bahwa delapan komoditas strategis telah mencapai kondisi swasembada, termasuk beras, jagung, dan sawit.
Amran menekankan bahwa desa adalah pertanian dan dampak positifnya jauh lebih tinggi.
Pemerintah berencana mempercepat hilirisasi berbagai komoditas pangan dan perkebunan nasional untuk meningkatkan nilai tambah ekspor dan memperkuat ekonomi nasional.
Dengan demikian, diharapkan desa dapat terus menjadi penopang ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.
















