Ribuan Jemaah Haji Padati Masjid Bersejarah Abdullah Bin Abbas di Taif: Napak Tilas Sejarah Dakwah Islam

Ribuan Jemaah Haji Padati Masjid Bersejarah Abdullah Bin Abbas di Taif: Napak Tilas Sejarah Dakwah Islam

Suara Pecari | Taif, kota yang terletak di pegunungan Hijaz, Arab Saudi, kembali menjadi saksi bisu gelombang spiritualitas umat Islam. Ribuan jemaah haji dari berbagai negara memadati Masjid Abdullah bin Abbas, sebuah masjid bersejarah yang menjadi simbol perjuangan dakwah Islam. Mereka datang tidak hanya untuk beribadah, tetapi juga untuk menelusuri jejak perjalanan Rasulullah SAW dan para sahabat dalam menyebarkan risalah Islam.

Sejarah Masjid Abdullah Bin Abbas

Masjid Abdullah bin Abbas dibangun pada tahun 592 Hijriah (sekitar 1196 Masehi), menjadikannya salah satu masjid tertua di Taif. Bangunan ini didirikan di dekat makam Abdullah bin Abbas, sepupu Nabi Muhammad SAW yang dikenal sebagai ahli tafsir Al-Qur’an. Masjid ini mampu menampung sekitar 3.000 jemaah di dalamnya, dengan arsitektur khas yang menonjolkan ratusan tiang kokoh sebagai daya tarik utama interior. Tiang-tiang tersebut tidak hanya berfungsi struktural, tetapi juga menghadirkan nuansa historis yang mendalam bagi para pengunjung.

Ribuan Jemaah Haji Memadati Masjid

Pada musim haji tahun ini, ribuan jemaah memadati masjid tersebut, menciptakan pemandangan yang mengesankan. Mereka datang dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Pakistan, India, dan negara-negara Timur Tengah. Suasana khusyuk terasa di setiap sudut masjid, dengan jemaah yang melaksanakan shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, dan berdoa. Banyak di antara mereka yang sengaja datang untuk melakukan napak tilas sejarah Islam, mengingat perjuangan Rasulullah SAW saat pertama kali berdakwah di Taif.

Ketua rombongan umrah asal Sukabumi, Soleman, menyampaikan bahwa Kota Taif memiliki makna khusus bagi umat Islam. “Taif adalah kota harapan Rasulullah dahulu. Beliau sempat mendapatkan intimidasi dan embargo ekonomi di kala itu. Namun, Allah belum memberikan izin bagi dakwah di sini pada saat itu,” ujarnya kepada Media Center Haji, Kamis, 11 Juni 2026. Kisah ini menjadi pelajaran berharga tentang kesabaran dan keteguhan dalam berdakwah.

Makna Ziarah ke Taif

Ziarah ke Masjid Abdullah bin Abbas bukan sekadar wisata religi, melainkan juga momentum refleksi spiritual. Para jemaah diajak untuk merenungkan perjuangan para sahabat dalam mempertahankan dan menyebarkan Islam. Abdullah bin Abbas sendiri dikenal sebagai sahabat yang sangat cerdas dan menjadi rujukan dalam tafsir Al-Qur’an. Kunjungan ini sekaligus mengenalkan sosoknya kepada generasi muda Muslim.

Soleman menambahkan, “Kunjungan ini juga untuk mengenalkan sosok Abdullah bin Abbas, sahabat Nabi yang ahli tafsir. Beliau adalah contoh intelektual Muslim yang patut diteladani.” Selain itu, kawasan sekitar masjid juga ramai oleh pedagang dari berbagai negara yang menjual cendera mata, makanan, dan barang-barang keagamaan, menambah semarak suasana.

Fungsi Masjid Saat Ini

Saat ini, Masjid Abdullah bin Abbas tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan keagamaan masyarakat setempat. Berbagai seminar dan kajian rutin digelar di kompleks masjid, membahas tema-tema keislaman yang relevan. Masjid ini menjadi pusat pembelajaran dan dakwah yang hidup, melanjutkan tradisi intelektual yang dirintis oleh Abdullah bin Abbas.

Berikut adalah data singkat tentang Masjid Abdullah bin Abbas:

AspekDetail
Tahun Pembangunan592 Hijriah (1196 M)
Kapasitas3.000 jemaah
LokasiDekat makam Abdullah bin Abbas, Taif
Ciri KhasRatusan tiang kokoh
Fungsi SekarangPusat ibadah, kajian, dan seminar

Dampak dan Implikasi

Kunjungan ribuan jemaah haji ke Masjid Abdullah bin Abbas memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat, terutama dalam sektor ekonomi dan pariwisata. Para pedagang lokal merasakan peningkatan pendapatan selama musim haji. Selain itu, kegiatan ziarah ini juga memperkuat ikatan spiritual umat Islam dengan sejarah perjuangan dakwah. Pemerintah Arab Saudi terus berupaya menjaga dan merawat situs-situs bersejarah seperti ini sebagai warisan budaya Islam.

Bagi jemaah haji Indonesia, ziarah ke Taif menjadi agenda yang tak terpisahkan. Banyak biro perjalanan haji dan umrah yang menyertakan kunjungan ke masjid ini dalam paket mereka. Hal ini menunjukkan bahwa minat terhadap wisata religi sejarah Islam semakin meningkat.

Kronologi Peristiwa

  • Awal Juni 2026: Jemaah haji mulai berdatangan ke Taif setelah menunaikan ibadah haji di Mekkah.
  • 11 Juni 2026: Ketua rombongan asal Sukabumi, Soleman, memberikan pernyataan tentang makna ziarah ke Taif.
  • Puncak musim haji: Ribuan jemaah memadati Masjid Abdullah bin Abbas setiap hari, terutama pada waktu shalat.

Kehadiran ribuan jemaah di Masjid Abdullah bin Abbas menjadi bukti bahwa semangat napak tilas sejarah Islam masih kuat di kalangan umat Muslim. Mereka tidak hanya menunaikan ibadah, tetapi juga mengambil pelajaran dari perjuangan para pendahulu. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan memperkuat iman serta kecintaan pada sejarah Islam. Wallahu a’lam bishawab.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan