Kisah Aipda Firman Wahyu Utama Anggota Propam Pembina Dua Majelis Taklim dan Penggerak UMKM Kediri
Integrasi Spiritual dan Ekonomi: Rekam Jejak Aipda Firman Wahyu Utama
Suara Pecari | Aipda Firman Wahyu Utama, anggota Seksi Profesi dan Pengamanan (Sie Propam) Polres Kediri, membuktikan bahwa peran polisi tidak terbatas pada pengamanan hukum. Dengan inisiatif luar biasa, pria berusia 40 tahun ini berhasil memadukan kegiatan spiritual dengan penguatan ekonomi masyarakat. Melalui dua wadah pengajian dan jejaring UMKM, ia menciptakan sinergi unik yang memenuhi kebutuhan multidimensi warga Kediri Raya.
Awal Perjalanan: Dari Tempat Curhat ke Majelis Taklim
Pada 2023, kediaman Firman di Jalan Tambora, Kediri, awalnya hanya menjadi tempat pertemuan informal bagi warga. Rekan sesama polisi, pelaku usaha, hingga komunitas pencak silat berkumpul untuk berdiskusi. Dari situasi ini, Firman mendapati celah untuk memberikan kontribusi lebih besar. Ia sadar bahwa pengajian yang sifatnya formal sering kali tidak tersentuh oleh kebutuhan praktis masyarakat.
“Kita harus menjemput bola,” ujarnya. Inilah yang melahirkan konsep dua majelis taklim: Jaringan Ngaji Keluarga (sejak 2022) dan Halaqah Semesta Muhammad (2025). Keduanya tidak hanya membahas ajaran islamisasi semata, tetapi juga memberikan bimbingan praktis bagi pelaku usaha. Kini, kedua majelis ini diikuti sekitar 120 jemaah bulanan.
Konsep Ngaji Plus: Pengajian yang Bisa Menyelesaikan Masalah Bisnis
Apa yang membedakan majelis Firman adalah pendekatan ngaji sedekah, yaitu pengajian yang diikuti dengan aktivitas berbagi makanan dan diskusi solusi ekonomi. Sistem ini menarik beragam kalangan, mulai dari pensiunan hingga pengusaha muda. Untuk masalah bisnis spesifik, Firman mempertemukan peserta dengan mentor dari Komunitas Tangan Di Atas (TDA) dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).
| Nama Majelis | Tahun Berdiri | Pengasuh | Jumlah Jemaah |
|---|---|---|---|
| Jaringan Ngaji Keluarga | 2022 | Kiai Ponpes Al-Falah Ploso | 100 |
| Halaqah Semesta Muhammad | 2025 | Kiai dari Sumenep, Madura | 20 |
Dari Tantangan Ekonomi ke Kesuksesan yang Terbagi
Kisah Firman tidak mulus. Saat dipindahtugaskan ke Kediri pada 2012, ia menghadapi kesulitan finansial. Gaji kecil harus cukup untuk kebutuhan dasar keluarganya. Dari titik nadir ini, ia memulai bisnis granit dan interior, yang kini menjadi sumber dana untuk kegiatan sosialnya.
- 2003: Menjadi polisi di wilayah Jawa Timur
- 2012: Dipindahtugaskan ke Kediri, menghadapi tantangan ekonomi
- 2015: Membuka usaha sampingan di bidang bahan bangunan
- 2022: Meluncurkan Jaringan Ngaji Keluarga
- 2025: Menyusun Halaqah Semesta Muhammad
- 2026: Kedua majelis mencakup area hingga Tulungagung
Dampak Sosial yang Profound
Program Firman tidak hanya memberi manfaat spiritual, tetapi juga ekonomi. Data sementara menunjukkan 36 pelaku UMKM di Kediri Raya yang berhasil meningkatkan omzet usahanya setelah bergabung di jaringan ini. Dari sisi religius, tercatat 8 warga non-Muslim yang menjadi mualaf karena kenyamanan lingkungan majelis.
“Saya justru yang paling banyak merasakan berkah,” kata Firman. Filosofi ini membuat programnya berkelanjutan. Ia tidak mengambil porsi rezeki, hanya menjadi penghubung antara ilmu dan kebutuhan masyarakat.
Model Replikasi yang Berpotensi
Inovasi ini memberikan pelajaran bagi pemerintah daerah dan organisasi sosial. Tiga prinsip di balik kesuksesan Firman:
- Menggabungkan kebutuhan spiritual dan ekonomi
- Membangun jaringan lintas komunitas
- Menghindari birokratisasi, menjaga kekayaan lokal
Harapan untuk Masa Depan
Sebagai anggota Polri dengan pangkat Aiptu mulai Juli 2026, Firman berharap programnya bisa menjadi contoh pemberdayaan masyarakat. “Semoga wadah ini menjadi oase bagi semua yang mencari solusi,” tutur pria yang kini tinggal di halaman parkir Candra Tama ini. Dengan dedikasi ini, ia menunjukkan bahwa peran polisi bisa lebih dari sekadar menjaga hukum — bisa menjadi pendorong perubahan sosial yang abadi.”
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












