Gereja BKPN Gelar Rapat Kerja Pendeta Tahun 2026: Fokus pada Kompetensi dan Kesejahteraan Hamba Tuhan

Gereja BKPN Gelar Rapat Kerja Pendeta Tahun 2026: Fokus pada Kompetensi dan Kesejahteraan Hamba Tuhan

Suara Pecari, Nias Selatan – Gereja Banua Keriso Protestan Nias (BKPN) menggelar Rapat Kerja (Raker) Pendeta tahun 2026 yang berlangsung di Aula Taman Baloho Indah, Teluk Dalam, pada 7-10 Juli 2026. Acara ini dihadiri oleh 98 pendeta dari berbagai wilayah seperti Medan, Sibolga, Batam, dan Jakarta, serta dibuka secara resmi oleh Ephorus BKPN, Pdt. Bwowozifaulu Laia, S.Th. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Ephorus didampingi tokoh BKPN, tokoh masyarakat, dan unsur Forkopimda Kabupaten Nias Selatan.

Tema dan Tujuan Raker

Raker tahun ini mengusung tema “Kompetensi Hamba Tuhan” yang diambil dari II Korintus 4:5, dengan sub tema “Kualitas Seorang Hamba Tuhan Menentukan Kesetiannya dalam Menyelesaikan Misi Allah dalam Hidupnya.” Ketua Panitia, Pdt. Ugahari Wau, S.Th., M.PdK, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program kerja tahunan Gereja BKPN yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para pendeta. “Melalui Raker ini, semua Pendeta BKPN diharapkan memahami semua peraturan BKPN serta mengusulkan penyempurnaan sejumlah peraturan untuk diusulkan pengesahannya pada Sidang Sinode ke-10 tahun 2030. Para Pendeta juga memperoleh kesempatan belajar bersama, berbagi pengalaman pelayanan, memperbaharui komitmen panggilan, dan meningkatkan kapasitas diri sebagai pelayan Tuhan,” ujar Pdt. Ugahari.

Agenda dan Pembicara

Raker diisi dengan berbagai kegiatan, termasuk ibadah singkat, persembahan pujian, dan sambutan-sambutan. Pengkhotbah pada ibadah pembukaan adalah Ephorus GNKP-Indonesia, Pdt. Tolonihaogo Ndruru, S.Th. Selain itu, acara menghadirkan pembicara dari Sekolah Tinggi Theologi Arastamar Riau (STT STAR) Pekanbaru dan pembicara lokal. Para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi dan menyempurnakan peraturan gereja yang akan dibawa ke sidang sinode mendatang.

Kesejahteraan Pendeta: Donasi Ternak Babi

Salah satu agenda penting sebelum Raker adalah Seminar tentang pemeliharaan ternak babi yang baik dan benar pada 9 Juni 2026. Sebagai tindak lanjut, panitia berupaya mendapatkan donatur ternak babi untuk meningkatkan kesejahteraan para pendeta yang masih di bawah standar. Pada kesempatan Raker, dilakukan penyerahan simbolis delapan ekor ternak babi dari donatur tahap pertama. “Upaya ini merupakan solusi pemenuhan kesejahteraan para pelayan atau Pendeta yang berada di bawah standar,” jelas Pdt. Ugahari. Program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi bagi gereja-gereja lain di Indonesia.

Daftar Peserta Berdasarkan Daerah

DaerahJumlah Pendeta
Medan30
Sibolga25
Batam23
Jakarta20
Total98

Kronologi Acara

  • 9 Juni 2026: Seminar pemeliharaan ternak babi untuk kesejahteraan pendeta.
  • 7 Juli 2026: Pembukaan Raker Pendeta BKPN, ditandai pemukulan gong oleh Ephorus.
  • 7-10 Juli 2026: Raker berlangsung dengan agenda ibadah, diskusi, penyempurnaan peraturan, dan penyerahan donasi ternak babi.
  • 2030: Rencana pengesahan peraturan yang disempurnakan pada Sidang Sinode ke-10.

Dampak dan Implikasi

Raker ini memiliki dampak signifikan bagi Gereja BKPN dan jemaatnya. Pertama, peningkatan kompetensi pendeta diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan gereja, baik dari segi spiritual maupun administratif. Kedua, penyempurnaan peraturan gereja akan memperkuat tata kelola organisasi, sehingga BKPN dapat lebih responsif terhadap kebutuhan jemaat. Ketiga, program donasi ternak babi menjadi solusi konkret untuk meningkatkan kesejahteraan pendeta, yang selama ini sering terabaikan. Hal ini juga dapat mendorong kemandirian ekonomi gereja di daerah pedesaan. Bagi masyarakat Nias Selatan, kehadiran para pendeta dari berbagai daerah juga membawa dampak positif, seperti pertukaran budaya dan pengalaman pelayanan.

Penutup

Rapat Kerja Pendeta BKPN 2026 bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat fondasi gereja di tengah tantangan zaman. Dengan fokus pada kompetensi hamba Tuhan dan kesejahteraan pendeta, BKPN menunjukkan komitmennya untuk terus bertumbuh dan melayani dengan lebih baik. Semangat kebersamaan yang terlihat dalam acara ini menjadi modal berharga dalam menyongsong Sidang Sinode ke-10 tahun 2030, di mana berbagai perubahan penting akan disahkan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *