Film Badut Gendong Hadir dengan Desain Topeng Horor Inovatif

Suara Pecari | Film Badut Gendong menampilkan pendekatan baru dalam desain karakter horor, dengan fokus utama pada topeng yang dirancang selama lebih dari dua tahun. Eksekutif produser Chris Lie menyatakan bahwa karakter Badut Gendong adalah inti dari keseluruhan cerita, sehingga desain visualnya harus sangat detail dan dipertimbangkan dengan matang.

“Karakter Badut Gendong sangat penting karena menjadi pusat cerita film ini. Kesulitan terbesar justru ada pada proses desain topengnya,” ungkap Chris Lie dalam konferensi pers di Epicentrum XXI pada 22 Mei 2026.

Selama proses kreatif, tim produksi telah mengembangkan lebih dari seratus desain untuk topeng tersebut. Mereka berusaha menciptakan topeng yang tidak hanya terlihat menyeramkan, tetapi juga memiliki sisi manusiawi. Chris menambahkan, inspirasi desain mengacu pada bentuk tradisional kesenian daerah Indonesia yang disesuaikan dengan latar cerita dan karakter Darso dalam film.

Sementara itu, penulis naskah Asaf Antariksa menjelaskan bahwa konsep Badut Gendong berbeda dari film horor yang menampilkan boneka lainnya. Ia menilai karakter ini memiliki kompleksitas emosi yang lebih dalam dibandingkan dengan karakter seperti Chucky atau Annabelle.

Asaf menjelaskan bahwa Darso, yang awalnya mengendalikan boneka Badut Gendong sebagai dalang pertunjukan tradisional, mengalami perubahan ketika kekuatan gelap mulai mengambil alih boneka tersebut. “Awalnya Darso menjadi dalang dan Badut Gendong hanyalah wayang. Kemudian posisi itu berubah saat kekuatan gelap mengambil kendali,” ujarnya.

Konflik batin yang dialami Darso menjadi elemen emosional utama dalam film ini, di mana penonton diajak merasakan simpati sekaligus kemarahan terhadap karakter tersebut. “Aspek emosional karakter abu-abu memang sangat sulit ditampilkan. Namun film ini berhasil menghadirkan konflik manusiawi dengan sangat kuat,” tambah Asaf.

Film Badut Gendong dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 27 Mei 2026. Film ini dibintangi oleh Marthino Lio, Derby Romeri, Clara Bernadeth, Dayinta Melira, dan Iskak Khivano.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan