DFSK Buka Pemesanan E5 Plus Akhir Bulan Ini, Konsumen Bisa Test Drive Sebelum Resmi Meluncur di GIIAS 2026

DFSK Buka Pemesanan E5 Plus Akhir Bulan Ini, Konsumen Bisa Test Drive Sebelum Resmi Meluncur di GIIAS 2026

Suara Pecari | PT Sokonindo Automobile, agen pemegang merek DFSK di Indonesia, resmi membuka pemesanan SUV plug-in hybrid (PHEV) perdana mereka, DFSK E5 Plus, mulai 23 Juni 2026. Konsumen yang berminat dapat melakukan test drive di diler-diler terpilih sebelum mobil ini resmi meluncur di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 pada 29 Juli 2026. Langkah ini diambil untuk menjaring minat pasar yang terus berkembang terhadap kendaraan elektrifikasi, seiring kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang mendorong pergeseran preferensi konsumen ke mobil hemat energi.

Keputusan DFSK membuka pemesanan E5 Plus akhir bulan ini, konsumen bisa test drive langsung, merupakan strategi untuk memberikan pengalaman berkendara nyata kepada calon pembeli. Director of Sales Center PT Sokonindo Automobile, Cing Hok Rifin, menegaskan bahwa E5 Plus akan diproduksi secara lokal di pabrik DFSK di Indonesia, sejalan dengan komitmen investasi jangka panjang perusahaan sejak 2018. “Proses produksi E5 Plus sudah berjalan meskipun peluncuran resmi masih beberapa pekan lagi,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (15/6/2026).

DFSK E5 Plus hadir dengan dimensi besar: panjang 4.760 mm, lebar 1.865 mm, tinggi 1.710 mm, dan jarak sumbu roda 2.785 mm, menjadikannya SUV 7-seater yang siap bersaing dengan Chery Tiggo 8 CSH dan BYD M6 DM-i. Desain eksteriornya mengusung grille tertutup khas mobil listrik, lampu depan full-width, serta lampu belakang memanjang yang memberikan kesan modern dan sporty. Mesin bensin 1.500 cc naturally aspirated dengan siklus Atkinson menghasilkan 109 HP dan torsi 135 Nm, dipadukan dengan motor listrik bertenaga 174 hp. Meski kapasitas baterai belum diumumkan, klaim jarak tempuh total mencapai lebih dari 1.300 kilometer tanpa isi tangki, dengan konsumsi bahan bakar di atas 80 km per liter.

Pasar PHEV di Indonesia memang sedang bergairah. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan wholesales PHEV mencapai 2.601 unit pada Januari-Mei 2026, melonjak 416% dibanding periode yang sama tahun lalu. Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, menilai kenaikan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green 95 dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter efektif 10 Juni 2026, mendorong konsumen beralih ke mobil elektrifikasi. “Mungkin akan terjadi pergeseran ke arah mobil elektrifikasi,” katanya.

CEO PT Sokonindo Automobile, Alexander Barus, optimistis E5 Plus dapat diterima karena konsumen Indonesia kini semakin paham teknologi elektrifikasi. “Kami amati, di 2021-2022 orang masih bertanya-tanya tentang EV. 2023 mulai mengerti, 2024 orang membeli, dan 2025 tidak ada lagi keraguan,” jelasnya. DFSK juga fokus memperkuat jaringan diler dan layanan purnajual untuk menghadapi persaingan ketat dengan merek Cina lainnya.

Dengan dibukanya pemesanan E5 Plus akhir bulan ini, konsumen bisa test drive untuk merasakan langsung keunggulan mobil ini, termasuk fitur-fitur canggih yang diklaim tidak hanya sebagai mobil pribadi tetapi juga mobil keluarga. DFSK berharap langkah ini dapat memperkuat posisinya di segmen PHEV yang semakin kompetitif. Peluncuran resmi di GIIAS 2026 akan menjadi puncak dari rangkaian strategi pemasaran yang telah dipersiapkan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan