ITB Gandeng Perusahaan China Kembangkan Robotika Medis, Siapkan Riset AI dan Bedah Jarak Jauh di Indonesia
Suara Pecari, Bandung – Institut Teknologi Bandung (ITB) menjalin kerja sama strategis dengan perusahaan teknologi medis asal China, Shanghai Microport MedBot (Group) Co., Ltd., untuk memperkuat penelitian dan pengembangan di bidang robotika medis. Kerja sama ini mencakup riset kecerdasan buatan (AI) dan pengembangan sistem bedah jarak jauh (telesurgery) yang diharapkan dapat mempercepat transformasi layanan kesehatan di Indonesia.
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilakukan di Kampus ITB, Bandung, pada 29 Juli 2026. Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB, Lavi Rizki Zuhal, menyatakan bahwa kemitraan ini merupakan bagian dari langkah strategis ITB dalam memperkuat kapasitas riset di bidang teknologi kesehatan, khususnya robotika medis yang diproyeksikan menjadi teknologi penting di masa depan.
Ruang Lingkup Kerja Sama
Kerja sama tersebut mencakup pengembangan berbagai program riset bersama, termasuk inisiasi pembentukan pusat penelitian yang berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan. Selain robotika bedah, perusahaan juga mengembangkan teknologi berbasis kecerdasan buatan, telesurgery, hingga pemanfaatan teknologi komunikasi satelit untuk mendukung pelayanan kesehatan modern.
Potensi Indonesia dalam Telesurgery
Direktur Shanghai Microport MedBot, Chao He, menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan riset sekaligus implementasi teknologi telesurgery di kawasan. “Dengan kekuatan riset dan rekayasa yang dimiliki ITB, kami optimistis kolaborasi ini akan menghasilkan berbagai inovasi di bidang robotika medis,” ujar Chao He.
Dukungan terhadap Transformasi Kesehatan Nasional
Kerja sama ini sejalan dengan komitmen pemerintah Indonesia dalam mempercepat pengembangan teknologi kesehatan nasional, termasuk pengembangan sistem bedah robotik. Melalui kemitraan ini, ITB dan Shanghai Microport MedBot diharapkan mampu memperkuat ekosistem riset kesehatan di Indonesia sekaligus mendorong lahirnya berbagai inovasi yang dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan nasional.
Kemitraan tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam mempercepat transformasi teknologi kesehatan di Indonesia melalui pengembangan robotika medis, kecerdasan buatan, dan layanan bedah jarak jauh yang lebih modern dan efisien.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










