Di Balik Pakaian Modern, Ada Teknologi yang Direkayasa dari Serat
Suara Pecari – Pakaian modern tidak hanya sekadar bahan yang dikenakan, tetapi juga hasil dari teknologi canggih yang direkayasa dari serat hingga menjadi kain dengan fungsi khusus. Teknologi tekstil memungkinkan pakaian memiliki karakteristik seperti adem, cepat kering, tahan sinar ultraviolet, dan tetap hangat meskipun bahannya tipis.
Peran Teknologi Tekstil dalam Karakter Pakaian Modern
Kepala Program Studi Rekayasa Tekstil Universitas Islam Indonesia (UII), Rina Afiani Rebia, menjelaskan bahwa pada industri maju, pakaian sebenarnya adalah produk teknologi. Contohnya Uniqlo di Jepang yang dikenal lebih menjual teknologi daripada sekadar baju. Teknologi tekstil ini memanfaatkan struktur material dan serat khusus agar pakaian bisa bernapas (breathable), cepat kering (quick dry), dan mampu mempertahankan panas tubuh pada cuaca dingin meskipun ringan dan tipis.
Pendidikan dan Riset Tekstil yang Mendalam
Rina yang menempuh pendidikan S2 dan S3 di Shinshu University Jepang, mendalami berbagai disiplin yang berkaitan dengan tekstil, seperti otomasi, robotika, kimia, polimer, dan teknologi nano. Salah satu fokusnya adalah tekstil fungsional untuk kebutuhan medis, misalnya material non-woven yang dapat mengandung obat dan antibakteri untuk membantu penyembuhan luka.
Dosen Rekayasa Tekstil UII, Ahmad Satria Budiman, melanjutkan studi di KTH Swedia dan melakukan riset pada produk sehari-hari seperti popok dan pembalut, yang menggunakan bahan sintetis penyerap. Risetnya mengembangkan material berbasis selulosa nano yang mampu menyerap dan menahan cairan secara efektif.
Proses Pendidikan dan Pengembangan di UII
Mahasiswa di Program Studi Rekayasa Tekstil UII mempelajari berbagai aspek mulai dari serat, pembuatan material, manufaktur, pengujian, kimia tekstil, teknologi nano, hingga tekstil fungsional dan keberlanjutan (sustainable textile). Mereka juga belajar bagaimana serat, bahan pewarna, dan proses produksi dapat dikembangkan agar lebih ramah lingkungan.
Teknologi yang Membuat Pakaian “Bekerja”
Setelah serat menjadi kain atau pakaian, material tersebut masih dapat direkayasa lebih jauh untuk mendapatkan fungsi yang diinginkan, seperti pakaian antibakteri dan self-cleaning. Oleh karena itu, meskipun pakaian terlihat sederhana, di baliknya terdapat teknologi kompleks yang menjadikan pakaian tidak hanya nyaman dikenakan tetapi juga memiliki fungsi tambahan yang bermanfaat bagi penggunanya.
Laboratorium dan fasilitas di UII dilengkapi dengan peralatan seperti alat tenun bukan mesin (ATBM) terkomputerisasi untuk mendukung proses manufaktur dan pengujian tekstil. Hal ini menunjukkan bagaimana pendidikan dan riset di bidang tekstil terus berkembang seiring kemajuan teknologi guna menghasilkan produk yang inovatif dan berdaya guna tinggi.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










