Lintasarta dan Starlink Kolaborasi Gabungkan Jaringan Satelit dan Terestrial untuk Konektivitas Digital Indonesia

Lintasarta dan Starlink Kolaborasi Gabungkan Jaringan Satelit dan Terestrial untuk Konektivitas Digital Indonesia

Suara PecariLintasarta, bagian dari Grup Indosat Ooredoo Hutchison, menjalin kerja sama strategis dengan Starlink, layanan internet satelit orbit rendah Bumi (LEO) milik SpaceX. Kolaborasi ini bertujuan menggabungkan jaringan satelit dan infrastruktur terestrial demi menghadirkan konektivitas yang lebih luas, tangguh, dan adaptif di Indonesia.

Kolaborasi Memperkuat Infrastruktur Digital

Dalam pertemuan antara pimpinan Lintasarta dan Starlink pada 25 Agustus 2026 di Bali, kedua pihak membahas pengembangan konektivitas berkapasitas tinggi dengan memadukan teknologi satelit LEO Starlink dan jaringan terestrial Lintasarta. Pendekatan ini diharapkan mampu menyajikan jaringan yang fleksibel dan mudah dikembangkan sesuai kebutuhan digital Indonesia yang terus berkembang.

Peran Lintasarta sebagai Orkestrator Infrastruktur Digital

Armand Hermawan, President CEO Lintasarta, menegaskan bahwa percepatan transformasi digital dan kecerdasan buatan meningkatkan kebutuhan akan konektivitas yang lebih kompleks dan luas. Infrastruktur yang kuat dan berkembang menjadi kunci penghubung berbagai aktivitas bisnis di era digital saat ini. Kolaborasi dengan Starlink membuka peluang menghadirkan konektivitas yang adaptif dan scalable bagi Indonesia.

Teknologi Satelit LEO sebagai Pelengkap Jaringan Terestrial

Starlink mengandalkan konstelasi satelit orbit rendah untuk menyediakan internet berkecepatan tinggi dengan latensi rendah. Teknologi ini sangat berguna di wilayah dengan tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur jaringan terestrial. Integrasi kedua teknologi memungkinkan perluasan jangkauan, peningkatan keandalan jaringan, dan fleksibilitas dalam memenuhi kebutuhan konektivitas digital di berbagai wilayah Indonesia.

Sejarah Kerja Sama dan Perluasan Layanan

Kerja sama Lintasarta dan Starlink telah berjalan sejak 2024, fokus pada kebutuhan konektivitas segmen enterprise. Kolaborasi ini terus diperkuat dan diperluas ke berbagai segmen, termasuk residensial dan wilayah terpencil, guna mendukung ekosistem digital yang berkembang di Indonesia.

Dampak dan Prospek Konektivitas Digital di Indonesia

Jonathan Harrison, Global Supply Manager Starlink, menyebut Lintasarta sebagai mitra penting dalam menghadirkan solusi konektivitas yang kuat dan scalable. Integrasi teknologi satelit dan jaringan terestrial ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan infrastruktur digital nasional, mendukung pertumbuhan ekonomi digital, dan memenuhi kebutuhan konektivitas yang semakin beragam di Indonesia.

Melalui kolaborasi ini, Lintasarta menegaskan posisinya sebagai orkestrator infrastruktur industri digital yang menghubungkan berbagai layanan seperti konektivitas, cloud, keamanan siber, kolaborasi berbasis AI, serta mitra ekosistem lainnya untuk membangun fondasi digital yang kokoh bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *