Surat Teguran Dilayangkan, Distribusi Trafo ke Kalipuro Tetap Berjalan
Banyuwangi. Aktivitas pengiriman trafo berkapasitas besar menuju proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kalipuro, Banyuwangi, terus berlangsung meski telah ada surat teguran dari pihak berwenang. Jum’at (24/4/26).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali sebelumnya telah mengeluarkan teguran terkait temuan kendaraan pengangkut trafo yang diduga melanggar ketentuan Over Dimension Over Loading (ODOL) saat melintas di ruas jalan nasional.
Dalam surat tersebut, kegiatan pengangkutan diminta untuk dihentikan sementara hingga dokumen dispensasi penggunaan jalan dapat diverifikasi sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, hingga Kamis (23/4/26) malam di lapangan, pengiriman trafo masih terpantau terus dilakukan.
Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa pihak perusahaan pengangkut belum sepenuhnya mematuhi instruksi penghentian sementara tersebut. Terlebih, pengiriman tetap berjalan walau tanpa pengaman pihak kepolisian di sejumlah ruas jalan, termasuk jalur menuju kawasan Kalipuro.
Sebelumnya, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum telah memberikan dispensasi pengangkutan enam unit trafo berkapasitas 160 MVA dengan sejumlah persyaratan. Di antaranya, kewajiban berkoordinasi dengan kepolisian serta memastikan keselamatan dan kelancaran lalu lintas selama proses distribusi.
Namun, dalam pelaksanaannya, pengawalan aparat kepolisian tidak terlihat di beberapa titik pengiriman. Hal ini turut menjadi sorotan, mengingat pengangkutan muatan berat umumnya membutuhkan pengamanan khusus.
Selain itu, jalur distribusi yang dilalui juga menjadi perhatian. Sejumlah ruas jalan menuju lokasi proyek merupakan jalan desa dengan kapasitas terbatas, termasuk jembatan yang dinilai memiliki daya dukung relatif kecil. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan risiko terhadap infrastruktur maupun keselamatan pengguna jalan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak perusahaan pengangkut terkait teguran yang telah dilayangkan maupun alasan tetap dilakukannya distribusi. Media masih berupaya mengonfirmasi pihak terkait guna memperoleh penjelasan lebih lanjut.
Situasi ini menambah sorotan terhadap proses pengiriman trafo di Banyuwangi, terutama terkait kepatuhan terhadap regulasi serta aspek keselamatan dalam pelaksanaan proyek infrastruktur berskala besar.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.







