Jannik Sinner ulang prestasi langka ATP, kritik jadwal Madrid Open dan rencana kunjungan India
Suara Pecari | Jannik Sinner, nomor satu dunia, menambah catatan prestasi dengan mencatatkan kemenangan ke-20 beruntun di turnamen ATP bersama Alexander Zverev, menelusuri jejak Nadal dan Federer.
Ia menaklukkan Cameron Norrie dengan skor 6-2 7-5 pada babak keenam belas, memperpanjang rekor kemenangan berurutan menjadi dua puluh.
Kemenangan tersebut menempatkannya di perempat final melawan talenta muda Spanyol, Rafael Jodar, yang baru pertama kali mencapai tahap ini.
Sinner mengkritik jadwal malam Madrid Open, menyatakan pertandingan sering dimulai pukul 23.00 dan berakhir melewati tengah malam, mengganggu pemulihan tubuh.
Ia menambahkan bahwa setelah pertandingan selesai sekitar 01.15, pemain harus menghadiri konferensi pers, perawatan, dan baru dapat tidur pada pukul 04.00 atau 05.00, yang berdampak pada performa.
Pemain Italia menuntut perbaikan jadwal agar pemain dapat beristirahat optimal dan penonton menikmati aksi pada jam yang wajar.
Meski ada keluhan, Sinner tetap menargetkan gelar kelima berturut-turut di level Masters 1000, sebuah prestasi historis yang belum pernah tercapai.
Rekor 20 kemenangan beruntun yang ia bagi dengan Zverev menandai era dominasi baru di rangkaian turnamen elite.
Sementara itu, Jodar, berusia 19 tahun, mengukir perjalanan mengesankan dengan mengalahkan Alex de Minaur, Joao Fonseca, dan Vít Kopřiva, menembus perempat final pertamakalinya.
Pertandingan antara Sinner dan Jodar dijadwalkan pada 29 April di Caja Mágica, dimulai pukul 16.00 waktu setempat.
Siaran langsung tersedia di Sky Sports dan platform streaming NOW bagi penonton Inggris, FanCode untuk penonton India, serta Tennis Channel dan Tennis TV bagi pemirsa Amerika Serikat.
Sinner juga mengungkap kegemarannya pada masakan India, khususnya butter chicken, serta keinginannya mengunjungi negara tersebut.
Ia menyatakan bahwa dukungan penggemar India dapat menjadi motivasi tambahan dalam kompetisi mendatang.
Pernyataan tersebut muncul setelah pertandingan yang berakhir pada pukul 01.15, menyoroti beban fisik akibat sesi malam ganda di Madrid.
Sinner menekankan bahwa meskipun ada hari libur, penonton hanya menyaksikan aksi pada jam larut, mengurangi pengalaman menonton.
Federasi Tenis ATP belum memberikan respons resmi terhadap seruan Sinner, namun serikat pemain diperkirakan akan meninjau masalah penjadwalan.
Prestasi Sinner musim ini mencakup 25 kemenangan beruntun di turnamen Masters 1000, menegaskan dominasinya di sirkuit.
Kekuatan pukulan dasar, pergerakan elite, dan ketahanan mental menjadi faktor utama keberhasilannya.
Pertarungan melawan Jodar akan menguji ketenangan remaja Spanyol tersebut melawan pengalaman juara dunia.
Para analis memprediksi Sinner memiliki peluang besar melaju, namun sorotan pada dukungan penonton rumah dapat memberi peluang kejutan bagi Jodar.
Madrid Open tetap menarik perhatian karena kondisi tanah liat tinggi yang memengaruhi gaya permainan.
Komentar Sinner berpotensi memicu diskusi lebih luas tentang penjadwalan turnamen di seluruh kalender ATP.
Dengan kemenangan terbaru, jadwal yang dipertanyakan, dan ambisi meraih gelar kelima, Jannik Sinner menjadi sosok sentral dalam narasi Madrid Open kali ini.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.







