Indonesia Tertinggal dari Prancis di Grup Thomas Cup 2026 setelah Kegagalan Jonatan dan Ginting
Suara Pecari | Indonesia berada di posisi tertinggal dari Prancis dalam grup Thomas Cup 2026 setelah dua laga penting berakhir dengan kekalahan.
Jonatan Christie tersandung pada pertandingan melawan Christo Popov, menyerah dengan skor 0‑2, menambah beban pada tim.
Kemenangan Popov mengantarkan Prancis memimpin grup dengan satu poin, sementara Indonesia masih mencari poin tambahan.
Anthony Ginting melanjutkan perjuangan di laga terakhir grup D, namun akhirnya kalah dramatis 22‑20, 15‑21, 20‑22 melawan Toma Junior Popov.
Kekalahan Ginting menambah catatan 0‑3 kemenangan Indonesia, menutup peluang meraih juara grup secara otomatis.
Sebelumnya Indonesia mencatat kemenangan telak 5‑0 atas Aljazair dan kemenangan tipis 3‑2 atas Thailand, yang sempat memberi harapan.
Jika Prancis tetap menang dan Thailand mengalahkan Aljazair 5‑0, Indonesia tetap berada di posisi runner‑up grup dan melaju ke perempat final.
Analisis teknis menunjukkan Ginting mengawali set pertama dengan dominasi 5‑1 dan memimpin 11‑7, namun kehilangan momentum setelah jeda.
Popov berhasil membalikkan keadaan pada set kedua dan ketiga, memanfaatkan serangan backhand yang kuat dari Ginting.
Pelatih tim nasional, Rajendra, menegaskan bahwa “kami harus bangkit dan memanfaatkan kesempatan terakhir” menjelang laga penentu.
Penampilan tim Indonesia dinilai masih kurang konsistensi, terutama dalam mengelola tekanan pada fase kritis.
Turnamen Thomas Cup 2026 masih berlanjut, dan semua mata tertuju pada kemampuan Indonesia mengatasi Prancis di pertandingan berikutnya.
Dengan catatan positif sebelumnya, harapan tetap terbuka asalkan strategi dan mental pemain dapat dipulihkan secara cepat.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.







