Lepas Siapkan SUV Listrik E4 dengan Jarak Tempuh 500 Km, Tantang BYD Atto 3
Suara Pecari | Lepas Indonesia mengumumkan peluncuran SUV listrik E4 dengan jarak tempuh hingga 500 km NEDC, menandai langkah strategis perusahaan dalam menyaingi BYD Atto 3 di segmen compact EV SUV.
Vice Country Director Lepas Indonesia, Temmy Wiradjaja, menyatakan bahwa tiga model – L8 PHEV, E4, dan E6 – akan masuk pasar domestik paling lambat akhir 2026.
E4 diposisikan sebagai varian entry‑level yang akan menjadi tulang punggung penjualan, mengingat segmen harga terjangkau memiliki pangsa pasar terbesar di Indonesia.
Kendaraan ini dilengkapi baterai berkapasitas 65,05 kWh yang mampu menempuh 500 km dalam siklus NEDC, serta motor listrik menghasilkan tenaga 214 dhp dan torsi 275 Nm.
Platform LEX 5.1 yang digunakan menjanjikan pengisian super cepat dan performa stabil bahkan pada suhu ekstrem hingga –40 °C.
Lepas berencana memproduksi E4 secara lokal, dengan pembicaraan antara Chery Manufacturing Indonesia, PT Handal Indonesia Motor (HIM), dan Inchcape Indonesia masih berlangsung.
Produksi lokal diharapkan mempercepat ketersediaan kendaraan dan mendukung layanan purna jual yang lebih handal di pasar domestik.
Saat ini L8 PHEV sudah diproduksi di fasilitas PT Handal Indonesia Motor, sementara detail produksi E4 masih dalam tahap finalisasi.
Kompetisi di kelas compact EV SUV semakin ketat, dengan BYD Atto 3, Chery E5, Jaecoo J5, dan MG 4 EV sudah hadir dan menuntut keunggulan teknis serta harga kompetitif.
Temmy menekankan bahwa harga E4 belum dapat diungkapkan, namun perusahaan menargetkan posisi harga yang lebih rendah dibandingkan kompetitor utama.
Dengan rangkaian model baru dan rencana lokalisasi, Lepas berharap dapat memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia dan berkontribusi pada target elektrifikasi nasional.
Peluncuran E4 yang dijadwalkan akhir 2026 diharapkan menjadi titik tolak bagi Lepas untuk meningkatkan pangsa pasar EV, sekaligus memberi konsumen pilihan baru yang ramah lingkungan.
Pemerintah Indonesia menargetkan 20 % penjualan kendaraan baru berupa listrik pada 2025, sehingga produsen asing mempercepat masuknya model EV ke pasar domestik.
Lepas melihat peluang ini sebagai dorongan untuk mengoptimalkan rantai pasokan baterai dan infrastruktur pengisian cepat di kota‑kota besar.
Analisis internal menunjukkan bahwa baterai 65 kWh pada E4 dapat diisi hingga 80 % dalam kurang dari 30 menit dengan charger berkapasitas 150 kW, sesuai klaim pabrikan.
Selain itu, sistem manajemen termal kendaraan dirancang untuk menjaga performa baterai pada suhu rendah maupun tinggi, menambah kepercayaan konsumen di wilayah tropis.
Pihak Lepas juga menegaskan komitmen terhadap layanan purna jual, termasuk jaringan bengkel resmi dan program pelatihan teknisi khusus EV di seluruh Indonesia.
Jika produksi lokal berjalan lancar, E4 diperkirakan dapat dijual dengan harga kompetitif, memberikan alternatif yang menarik bagi konsumen yang mempertimbangkan beralih ke listrik.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.







