Pencurian Sinyal Kereta di Jalur Daru‑Parung Panjang Ganggu Operasional KRL

Pencurian Sinyal Kereta di Jalur Daru‑Parung Panjang Ganggu Operasional KRL

Suara Pecari | Beberapa titik perangkat sinyal pada jalur Commuter Line antara Stasiun Daru dan Stasiun Parung Panjang dicuri pada dini hari Jumat, 8 Mei 2026.

Petugas menemukan tiga lokasi pencurian kabel counting head axle counter di kilometer 50+5/6, yang mengakibatkan gangguan pada sistem deteksi kereta di jalur hulu dan hilir.

Kerusakan tersebut memengaruhi enam zona axle counter, komponen penting untuk memastikan tidak ada kereta berada di rel.

KAI Daerah Operasi 1 Jakarta segera mengirim tim teknis untuk mengganti perangkat yang hilang dan melakukan perbaikan.

Perbaikan selesai pada pukul 07.05 WIB, dan seluruh gangguan dinyatakan kembali normal setelah penggantian counting head.

Namun, delapan perjalanan Commuter Line mengalami keterlambatan, dengan total penambahan waktu mencapai 28 menit.

Manajer Humas KAI Daop 1, Franoto Wibowo, menyampaikan permohonan maaf kepada penumpang dan menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama.

Karina Amanda, Wakil Presiden Corporate Secretary KAI Commuter, menambahkan bahwa layanan pada rute Rangkasbitung‑Tanah Abang sementara beralih ke sistem manual karena kehilangan sinyal.

Ia menekankan bahwa kabel counting head merupakan fasilitas vital bagi kelancaran operasional kereta api.

Pelaku pencurian dapat dijerat Pasal 197 UU No 23 Tahun 2007, dengan ancaman pidana penjara hingga tiga tahun.

KAI mengimbau masyarakat melaporkan aktivitas mencurigakan di sekitar rel atau fasilitas perkeretaapian.

Patroli rutin dan koordinasi dengan aparat setempat terus ditingkatkan untuk mencegah aksi serupa.

Vandalisme pada peralatan sinyal bukan kali pertama terjadi di jaringan KRL, namun insiden ini menambah catatan gangguan layanan.

Penumpang melaporkan kereta terhenti sebelum memasuki Stasiun Daru dan harus menunggu giliran masuk secara bergantian.

Pengaturan bergantian ini dilakukan untuk menghindari risiko tabrakan akibat sinyal yang tidak berfungsi.

Komunikasi kepada publik disampaikan melalui akun resmi KCI di media sosial, menyertakan permintaan maaf dan penjelasan singkat.

Tim perbaikan mencatat tiga titik pencurian dengan total enam zona perangkat yang terdampak.

Setelah perbaikan, sistem deteksi kereta kembali beroperasi penuh, memastikan keamanan perjalanan kembali terjaga.

Penggunaan sistem manual meningkatkan beban kerja masinis dan petugas, serta menurunkan efisiensi jadwal.

KAI berkomitmen menambah kamera pengawas dan memperkuat keamanan aset perkeretaapian di wilayah Tangerang.

Insiden ini menyoroti pentingnya kolaborasi antara operator kereta dan masyarakat dalam menjaga keselamatan transportasi publik.

Dengan perbaikan cepat, layanan KRL Green Line dapat kembali beroperasi sesuai jadwal standar.

Pihak kepolisian sedang menyelidiki motif pencurian dan mencari saksi yang melihat aktivitas mencurigakan.

Sejumlah penumpang berharap agar pelaku segera ditangkap dan tidak mengulangi aksi vandalisme.

Keamanan sinyal menjadi fokus utama dalam upaya mencegah gangguan serupa di masa mendatang.

Penggantian perangkat selesai dalam waktu kurang dari tiga jam, menunjukkan respons cepat tim teknis KAI.

Kereta yang terdampak tetap melanjutkan perjalanan setelah melewati titik perbaikan dengan kecepatan yang disesuaikan.

Pengumuman resmi menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa atau cedera akibat insiden tersebut.

Penumpang diminta bersabar dan mengikuti arahan petugas selama proses perbaikan berlangsung.

KAI menegaskan akan terus meningkatkan prosedur inspeksi rutin untuk mendeteksi kerusakan lebih dini.

Ke depannya, KAI berencana menambah jumlah perangkat sensor di jalur kritis untuk meningkatkan redundansi.

Insiden ini menjadi pelajaran bagi semua pihak tentang pentingnya menjaga integritas infrastruktur transportasi.

Dengan kerja sama antara KAI, aparat keamanan, dan masyarakat, layanan kereta api di wilayah Daru‑Parung Panjang diharapkan kembali stabil dan aman.

Tinggalkan Balasan