Gangguan Listrik KRL Green Line Pecah, Penumpang Menumpuk di Stasiun Tanah Abang
Suara Pecari | Pada Senin 4 Mei 2026, jaringan KRL Green Line mengalami gangguan layanan yang berujung pada penumpukan penumpang di Stasiun Tanah Abang, Jakarta. Insiden tersebut terjadi pada sore hari dan berlangsung hingga malam.
Penyebabnya adalah percikan api pada tiang Listrik Aliran Atas (LAA) antara Stasiun Jurangmangu dan Pondok Ranji, yang memaksa KAI Commuter mematikan aliran listrik sementara. Pemadaman tersebut berdampak pada seluruh rangkaian jalur Tanah Abang‑Rangkasbitung.
Akibat pemadaman, ribuan penumpang terpaksa menunggu di dalam Stasiun Tanah Abang, baik di dalam ruang utama maupun di teras luar. Beberapa penumpang bahkan duduk di tangga, peron, dan area stasiun yang tidak biasanya dipakai untuk menunggu.
Di Stasiun Kebayoran, situasi serupa terjadi dengan penumpang menumpuk di luar dan dalam stasiun. Genangan air akibat hujan deras menghambat jalur antara Kebayoran dan Pondok Ranji, menambah lama penundaan.
Manajer Hubungan Masyarakat KAI Commuter, Leza Arlan, menyatakan bahwa pemadaman LAA dilakukan demi keselamatan penumpang dan kereta. Ia menambahkan, “Untuk keselamatan dan perjalanan Commuter Line, aliran LAA dimatikan sementara sejak pukul 16.30 WIB.”
Leza juga menjelaskan bahwa pemadaman mengakibatkan jalur Pondok Ranji‑Sudimara tidak dapat dilalui, sehingga layanan dari arah Rangkasbitung hanya dapat beroperasi sampai Stasiun Serpong. Sebaliknya, layanan dari arah Tanah Abang hanya dapat mencapai Stasiun Kebayoran.
Tim teknis sedang berupaya memperbaiki tiang LAA dan mengeringkan genangan air. Namun, belum ada perkiraan pasti kapan layanan akan kembali normal. KAI Commuter meminta penumpang untuk mengikuti arahan petugas di lapangan.
Pengguna layanan KRL, Dimas, yang menunggu di Stasiun Tanah Abang sejak pukul 17.00, mengungkapkan kekecewaannya. “Nunggu aja sih, nunggu. Dari jam 5 saya tadi nyampe,” kata Dimas, menambahkan bahwa gangguan serupa sering terjadi.
Dimas menambah harapannya agar sistem perbaikan dilakukan secara menyeluruh agar gangguan tidak berulang. Ia menekankan pentingnya kestabilan layanan bagi pekerja harian yang mengandalkan KRL.
Di Stasiun Kebayoran, penumpang Indah mengalami kebingungan karena kereta hanya sampai Kebayoran, bukan sampai Serpong. “Iya, lagi pesen ojol, tapi nggak dapet‑dapet,” ujarnya, menambahkan bahwa banyak penumpang bersaing memesan ojek online.
Indah menambahkan bahwa ia tidak tahu kereta berhenti di Kebayoran hingga mendengar pengumuman di pengeras suara. “Awalnya nggak tahu, terus cari tahu katanya ada gangguan sinyal,” jelasnya.
Maya, penumpang lain, juga menyatakan kebingungan serupa. “Ada gangguan karena petir ya katanya. Belum, mau coba nunggu,” katanya sambil menunggu kereta kembali beroperasi.
Beberapa penumpang memilih bertahan di dalam stasiun, sementara yang lain beralih ke moda transportasi alternatif seperti taksi atau kendaraan pribadi. Ketersediaan ojek online menjadi terbatas karena lonjakan permintaan.
KAI Commuter mengimbau seluruh pengguna untuk mengutamakan keselamatan dan mematuhi petunjuk petugas. Informasi terkini dapat diakses melalui aplikasi C‑Access serta akun media sosial resmi KAI Commuter.
Hujan deras yang melanda Jakarta pada sore hari menambah tantangan, menghasilkan genangan air di antara Stasiun Kebayoran dan Pondok Ranji. Air menggenangi rel sehingga kereta tidak dapat melintas.
Tim pemulihan sedang mengeringkan jalur dan memeriksa kondisi rel serta instalasi listrik. Upaya tersebut berlangsung bersamaan dengan perbaikan tiang LAA yang terbakar.
Menurut KAI Commuter, layanan pada lintas Pondok Ranji‑Sudimara akan tetap ditutup hingga perbaikan selesai. Penumpang diminta menyesuaikan rencana perjalanan.
Pernyataan resmi KAI Commuter menyatakan permintaan maaf atas keterlambatan dan gangguan operasional. Perusahaan menegaskan komitmen untuk menyelesaikan masalah secepat mungkin.
Gangguan serupa pernah terjadi pada jalur Green Line sebelumnya, menunjukkan perlunya perbaikan infrastruktur yang berkelanjutan. Pihak operator berjanji meningkatkan inspeksi rutin.
Ribuan komuter yang menggunakan Green Line setiap hari mengandalkan layanan ini untuk mencapai tempat kerja. Penundaan berdampak pada produktivitas dan mobilitas di wilayah Jabodetabek.
Selain dampak pada penumpang, kemacetan di sekitar Stasiun Tanah Abang dan Kebayoran menambah beban lalu lintas kota. Pengendara kendaraan pribadi mengalami peningkatan waktu tempuh.
Pengusaha di area stasiun melaporkan penurunan penjualan karena arus penumpang yang terhambat. Beberapa toko tutup lebih awal untuk menghindari kerumunan.
Petugas keamanan dan kebersihan berupaya menjaga ketertiban serta kebersihan area stasiun selama penumpukan. Tidak ada laporan luka-luka atau insiden keamanan.
Pihak kepolisian setempat memantau situasi untuk mencegah kerusuhan atau tindakan kriminal. Keadaan tetap terkendali berkat koordinasi antara KAI Commuter dan aparat.
KAI Commuter akan terus memantau kondisi jalur dan memberikan pembaruan secara real time. Penumpang diimbau tetap tenang dan menunggu informasi resmi.
Hingga saat ini, layanan KRL Green Line masih dibatasi pada jalur tunggal dengan jadwal bergantian antara Serpong dan Kebayoran. Penumpang diharapkan menyesuaikan diri dengan jadwal sementara.
Secara keseluruhan, gangguan listrik pada KRL Green Line mengakibatkan penumpukan penumpang, genangan air, dan penyesuaian layanan di Tanah Abang serta Kebayoran. Kondisi diperkirakan akan membaik setelah perbaikan selesai.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.







