Peran Perempuan dalam Menyusun Solusi Lingkungan Berkelanjutan
Suara Pecari | Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan menegaskan pentingnya peran perempuan dalam menjaga lingkungan yang berkelanjutan. Dalam acara Raksha Loka Fest 2026 bertema “Jaga Alam Jaga Hidup” di Jakarta, ia menyatakan bahwa meskipun perempuan telah memberikan kontribusi nyata, mereka masih minim mendapatkan akses dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan lingkungan.
Veronica Tan menyoroti bahwa perempuan telah berperan dalam menjaga lingkungan dari skala rumah tangga hingga sektor ekonomi. Ia menekankan, “Negara harus memberikan akses agar perempuan dapat menjadi pengambil keputusan, bukan hanya sebagai penerima manfaat.” Pernyataan ini menggarisbawahi perlunya kebijakan yang lebih inklusif untuk melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan terkait lingkungan.
Deputy Resident Representative UNDP Indonesia, Sujala Pant, juga menyoroti dampak krisis iklim yang tidak merata. Ia menjelaskan bahwa perempuan dan kelompok rentan lainnya sering kali menanggung beban yang lebih berat akibat perubahan lingkungan. Sujala mengatakan, “Kelompok rentan menghadapi dampak paling berat dari krisis iklim, tetapi mereka juga merupakan agen perubahan yang tangguh. Pendekatan inklusif sangat penting untuk menciptakan solusi lingkungan yang adil dan berkelanjutan.”
Sidi Rana Menggala, Koordinator Nasional GEF SGP Indonesia, menambahkan bahwa perempuan adalah aktor penting dalam program-program berbasis komunitas. Ia berpendapat bahwa perempuan memiliki kepedulian yang tinggi terhadap keluarga dan lingkungan, sehingga sangat penting untuk melibatkan mereka dalam setiap proses pembangunan. “Perempuan selalu dilibatkan karena memiliki visi jangka panjang dalam menjaga lingkungan,” ujarnya.
Program berbasis komunitas ini bertujuan untuk mendorong partisipasi aktif perempuan dalam perencanaan pembangunan desa. Dengan melibatkan perempuan, diharapkan dapat tercipta kebijakan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat lokal. Sidi berharap bahwa penguatan peran perempuan dapat dicapai melalui kebijakan yang inklusif serta kolaborasi lintas sektor.
Dalam konteks ini, keterlibatan perempuan dianggap sebagai kunci untuk solusi lingkungan yang tidak hanya efektif, tetapi juga adil. Dengan memberikan ruang bagi perempuan dalam pengambilan keputusan, diharapkan upaya menjaga dan melestarikan lingkungan dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.




