Keluarga Relawan Indonesia Bersyukur Suami Selamat dari Penahanan Israel

Keluarga Relawan Indonesia Bersyukur Suami Selamat dari Penahanan Israel

Suara Pecari | Keluarga relawan Global Sumud Flotilla merasa lega setelah proses pemulangan para Warga Negara Indonesia (WNI) yang sempat ditahan oleh Israel berlangsung lancar. Saat ini, para relawan berada di Istanbul, Turki, setelah berhasil keluar dari Israel.

Denisa, salah satu anggota keluarga relawan, mengonfirmasi bahwa suaminya, Bambang Noroyono, dalam keadaan selamat dan sehat. Ia menyatakan, “Alhamdulillah sudah dalam proses pemulangan dan jadwal penerbangan sudah dikonfirmasi,” saat berbincang dengan Pro3 RRI pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Denisa juga menceritakan bahwa ia mengalami kesulitan dalam mendapatkan kabar dari suaminya beberapa hari terakhir. Komunikasi akhirnya dapat dilakukan setelah difasilitasi oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Turki. Ia menambahkan, meskipun suaminya sempat mengalami kekerasan selama penahanan, kini Bambang berada di tempat yang lebih aman.

“Alhamdulillah keadaannya sehat, meskipun sempat mengalami kekerasan saat disandra,” ungkap Denisa. Ia menjelaskan bahwa komunikasi antara para relawan terbatas, sehingga mereka harus menggunakan satu perangkat telepon untuk berkomunikasi setelah membuang telepon genggam mereka ke laut demi keamanan.

Para aktivis tersebut diterbangkan ke Turki menggunakan pesawat bantuan dari pemerintah Turki dan saat ini tengah menunggu penerbangan lanjutan. Informasi yang diterima oleh keluarga menyebutkan bahwa WNI dijadwalkan tiba di Indonesia pada Minggu sore sekitar pukul 15.30 WIB.

Denisa menyampaikan, “Yang penting mereka bisa dipulangkan dengan selamat.” Kabar mengenai penahanan relawan pertama kali diterima oleh Denisa dari redaksi Republika yang menghubunginya langsung. Setelah mendapatkan informasi tersebut, ia melihat video darurat yang dikirim sebelum kapal mereka dicegat oleh tentara Israel.

Turki dipilih sebagai lokasi evakuasi karena dianggap sebagai tempat yang paling aman untuk penampungan sementara relawan internasional, mengingat situasi konflik yang sedang berlangsung. Tia Mariatul Kibtiah, Dosen Hubungan Internasional di Binus University, menjelaskan bahwa keputusan memilih Turki didasarkan pada keamanan lokasi untuk relawan.

Dengan selesainya proses pemulangan ini, keluarga para relawan berharap agar semua relawan dapat kembali ke tanah air dengan selamat dan segera berkumpul kembali dengan keluarga mereka.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan