Kereta Api Serayu Lintas Selatan Angkut 446.704 Penumpang di Awal 2026
Suara Pecari | Layanan Kereta Api Serayu mencatatkan jumlah penumpang mencapai 446.704 orang sepanjang awal tahun 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang hanya sebanyak 434.678 penumpang.
Kenaikan jumlah penumpang ini dipicu oleh tingginya mobilitas masyarakat di sepanjang jalur selatan Jawa. Kereta api ekonomi ini menghubungkan berbagai pusat pendidikan, permukiman, dan sentra ekonomi di beberapa kota tujuan.
Transportasi massal ini secara rutin melayani rute dari Purwokerto menuju Pasar Senen di Jakarta, yang juga melintasi Bandung. Menurut PT Kereta Api Indonesia (KAI), layanan ini memiliki karakteristik perjalanan yang kuat dan konsisten setiap harinya.
“KA Serayu melayani jalur dengan mobilitas yang aktif sepanjang tahun. Pelanggan menggunakan layanan ini untuk berbagai keperluan, mulai dari bekerja, kuliah, aktivitas ekonomi, hingga perjalanan keluarga dan wisata,” ungkap Anne Purba, Wakil Presiden Komunikasi Korporat KAI, pada Sabtu, 23 Mei 2026.
Data penumpang menunjukkan bahwa pada bulan Januari, jumlah pelanggan tercatat sebanyak 115.585 orang, sedangkan Februari mengalami penurunan menjadi 99.291 orang. Namun, pada Maret, jumlah penumpang kembali meningkat menjadi 118.386 orang, meskipun mengalami penurunan ke 113.442 orang pada bulan April.
Sebagai perbandingan, pencapaian Januari 2025 tercatat 110.995 penumpang, diikuti oleh 103.696 penumpang pada Februari, dan meningkat lagi menjadi 119.457 penumpang pada April.
Kereta api ini menawarkan pemandangan indah sepanjang perjalanan, terutama ketika melintasi jalur pegunungan Priangan Timur. Penumpang dapat menikmati panorama hijau bukit saat melewati Nagreg dan Cicalengka, serta hamparan sawah saat memasuki wilayah Kroya hingga Purwokerto.
Sungai Serayu yang menjadi ikon Banyumas juga menambah keindahan visual perjalanan. Wisatawan dapat dengan mudah menuju Baturraden, destinasi wisata populer di kaki Gunung Slamet, maupun objek wisata alam lain seperti Curug Cipendok dan kawasan kuliner Sokaraja.
Pemandangan wisata di Priangan Timur juga menarik perhatian, di mana Gunung Galunggung menjadi salah satu tujuan bagi penumpang yang singgah di Tasikmalaya, yang terkenal dengan kerajinan lokal seperti payung geulis dan bordir.
“Perjalanan KA Serayu memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat. Banyak dari mereka yang menjadikan layanan ini bagian dari rutinitas perjalanan sehari-hari. KAI berkomitmen menjaga layanan ini agar tetap aman, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat di lintas selatan,” jelas Wisnu Pramudya, Wakil Presiden Eksekutif Sekretaris Perusahaan KAI.
Dengan peningkatan jumlah penumpang yang signifikan, KA Serayu terus menjadi pilihan utama bagi masyarakat dalam mobilitas sehari-hari, terutama di wilayah selatan Jawa.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.











