Doa Nafsiah Menyertai Kepergian Firdaus di Tanah Suci

Doa Nafsiah Menyertai Kepergian Firdaus di Tanah Suci

Suara Pecari | Di Makkah, Nafsiah Nawan menunjukkan ketegaran meski diliputi duka setelah kehilangan suaminya, Muhammad Firdaus Ahlan, yang berusia 73 tahun. Firdaus, jemaah haji dari Kloter 27 Embarkasi Jakarta-Pondok Gede, dilaporkan hilang pada 15 Mei 2026 dan ditemukan meninggal setelah sepekan pencarian.

Dalam suasana berduka, Nafsiah mengungkapkan rasa syukur kepada petugas haji yang telah membantu dalam pencarian suaminya. Ia menyampaikan, “Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan semuanya,” saat berbicara dengan Media Center Haji (MCH) pada 23 Mei 2026.

Hari-hari pencarian suaminya menjadi masa yang sangat sulit bagi Nafsiah dan keluarganya. Selama proses tersebut, harapan dan doa untuk keselamatan Firdaus tidak pernah surut. Setelah menerima kabar wafatnya, Nafsiah tetap berdoa untuk keselamatan petugas haji Indonesia.

“Mudah-mudahan Allah menjaga seluruh petugas Indonesia,” ujar Nafsiah dengan lirih. Ia juga memohon agar Allah mengampuni dosa-dosa suaminya dan menerima semua amal ibadah yang telah dilakukan selama menunaikan ibadah haji.

Pihak Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengonfirmasi bahwa Firdaus ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Identifikasi dilakukan melalui laporan lapangan dan pemeriksaan oleh pihak rumah sakit. Kepala Biro Kementerian Haji dan Umrah RI, Moh. Hasan Affandi, memastikan rangkaian ibadah haji Firdaus akan disempurnakan melalui badal haji.

Setelah penemuan jenazah, Firdaus disalatkan di Masjidil Haram bersama tujuh jenazah lainnya, dengan petugas PPIH Arab Saudi mendampingi proses penanganan jenazah hingga selesai. Kepergian Firdaus meninggalkan duka mendalam bagi Nafsiah, namun juga memberi pelajaran berharga tentang ketulusan dalam pelayanan haji.

Di Tanah Suci, Nafsiah terus memanjatkan doa dan harapan untuk almarhum Firdaus, berharap agar Allah menerima semua amal ibadahnya dan melapangkan kuburnya. Keberanian dan ketulusan Nafsiah dalam menghadapi kehilangan ini menjadi inspirasi tersendiri bagi jemaah haji lainnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan