PPIH Siapkan Jalur Aman untuk Jemaah Menuju Terowongan Mina
Suara Pecari | Jemaah haji Indonesia akan melewati dua terowongan menuju jamarat selama pelaksanaan lempar jumrah. Jalur tersebut diutamakan bagi jemaah yang berada di lantai tiga Mina.
Koordinator Satop Armuzna PPIH Arab Saudi, Harun Arrasyid Usman, menjelaskan bahwa jalur yang disediakan dirancang satu arah. Langkah ini diambil untuk menjaga keamanan dan mencegah bentrokan antarjemaah.
“Kami mengimbau jemaah untuk selalu menanyakan arah kembali ke tenda kepada petugas. Jalur pulang akan memutar kembali menuju Terowongan Muaisim melalui pintu keluar,” ungkap Harun di Mina, Jumat, 22 Mei 2026.
Pengecekan jalur telah dilakukan oleh petugas PPIH Arab Saudi sejak 17 Mei 2026. Jalur ini dimulai dari tenda terdekat di Zona 3 menuju area jamarat.
Dua terowongan yang ada dilengkapi dengan eskalator dan fasilitas kesehatan di sepanjang jalur pergerakan jemaah. Jalur pergi dan pulang dirancang berbeda untuk menghindari persilangan arus manusia.
Petugas di lokasi juga akan mengarahkan jemaah sesuai dengan tujuan setelah melaksanakan lempar jumrah. Jemaah yang melakukan tanazul akan diarahkan menuju hotel, sementara jemaah lainnya akan kembali ke tenda di Mina.
Jemaah juga diingatkan untuk tidak panik jika lampu terowongan tiba-tiba padam saat perjalanan. Petugas meminta jemaah untuk menepi sementara agar arus tetap terkendali dan aman.
Kebanyakan jemaah Indonesia menempati Zona 3 dan Zona 5 yang dekat dengan Terowongan Muaisim. Kawasan tersebut terbagi menjadi 61 markas untuk memudahkan pengaturan pergerakan jemaah.
Berdasarkan pengalaman, jarak menuju jamarat mencapai sekitar 4,5 kilometer secara pulang-pergi, belum termasuk perjalanan dari pintu terowongan menuju tenda jemaah.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












