AMPP Gelar Aksi di Mabes Polri, Dukung Kapolri dan Tolak Banding Kompol Dedi Kurniawan

Ratusan Massa AMPP Demo di Mabes Polri

JAKARTA – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pecinta Polri (AMPP) menggelar aksi damai di depan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, Selasa (26/5/2026). Aksi tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap Listyo Sigit Prabowo sekaligus penolakan terhadap upaya banding yang diajukan Kompol Dedi Kurniawan terkait sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

Dalam aksi yang berlangsung tertib itu, massa juga mendesak agar proses hukum pidana terhadap Kompol Dedi Kurniawan tetap dilanjutkan hingga tuntas.

Koordinator aksi, Sukri Soleh Sitorus, dalam orasinya menegaskan bahwa keputusan PTDH yang telah dijatuhkan institusi Polri merupakan langkah tepat dan harus dipertahankan tanpa kompromi.

Menurutnya, berbagai dugaan pelanggaran berat yang menyeret nama Kompol Dedi Kurniawan, mulai dari penyalahgunaan narkoba, dugaan perbuatan asusila, penyalahgunaan wewenang hingga dugaan rekayasa kasus, telah mencoreng citra kepolisian di mata masyarakat.

“Kami dengan tegas menolak segala upaya banding dan pembelaan terhadap Kompol Dedi Kurniawan. Keputusan PTDH harus tetap berlaku dan tidak boleh dibatalkan,” tegas Sukri di hadapan massa aksi.

Para peserta aksi tampak membawa berbagai spanduk dan baliho bertuliskan “Tolak Banding & Pidanakan Dedi Kurniawan” hingga “Polri Bersih, Bebas Buah Busuk”.

AMPP menilai sanksi administratif berupa pemecatan belum cukup untuk memberikan rasa keadilan. Mereka meminta agar proses pidana terhadap yang bersangkutan tetap berjalan sebagai bentuk penegakan hukum yang transparan dan berkeadilan.

“Kami hadir bukan karena anti terhadap Polri, tetapi karena kami mendukung Polri menjadi institusi yang bersih, profesional, dan kembali dipercaya masyarakat,” lanjutnya.

Selain menyoroti kasus Kompol Dedi Kurniawan, massa juga meminta perhatian terhadap kasus Rahmadi, warga yang disebut diduga menjadi korban rekayasa kasus dan tindakan kekerasan oleh oknum tertentu.

AMPP mendesak Mabes Polri melakukan peninjauan ulang terhadap perkara tersebut, sekaligus memulihkan nama baik Rahmadi apabila ditemukan adanya pelanggaran prosedur maupun pelanggaran hak asasi manusia.

“Jangan biarkan kebenaran dikalahkan oleh kekuasaan. Kami meminta Kapolri konsisten membersihkan institusi dari oknum bermasalah. Polri adalah milik rakyat dan hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu,” ujar Sukri menutup orasinya.

Aksi yang berlangsung sekitar dua jam itu berjalan damai dengan pengawalan aparat keamanan. Di akhir kegiatan, perwakilan AMPP bersama tim kuasa hukum Rahmadi diterima masuk ke lingkungan Mabes Polri untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan mereka secara langsung.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan