Ojol Apresiasi Kinerja Polrestabes Medan, Kejahatan Jalanan Turun 15 Persen
MEDAN – Tren penurunan kejahatan jalanan di Kota Medan mendapat apresiasi dari berbagai elemen masyarakat. Salah satunya datang dari kalangan pengemudi ojek online (ojol) yang merasakan langsung dampak meningkatnya keamanan saat beraktivitas di jalanan, termasuk pada malam hingga dini hari.
Ketua Forum Komunikasi Mitra Pengemudi Online Indonesia (Forkompi) Sumatera Utara, David Bangar, menyampaikan apresiasinya kepada Kapolrestabes Medan, Jean Calvijn Simanjuntak, atas upaya yang dinilai berhasil menekan angka kejahatan jalanan dan meningkatkan pengungkapan kasus narkotika di wilayah Kota Medan.
“Kami mengapresiasi kinerja Kapolrestabes Medan yang berhasil menekan angka kejahatan jalanan sebanyak 497 kasus atau sekitar 15 persen. Selain itu, pengungkapan kasus narkoba juga meningkat sekitar 53 persen. Ini menunjukkan progres nyata menuju Medan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat,” ujar David, Senin (1/6).
Menurutnya, kondisi keamanan yang semakin kondusif sangat dirasakan oleh para pengemudi ojol yang bekerja selama 24 jam di jalanan. Rasa aman menjadi faktor penting dalam menunjang aktivitas mereka saat mencari nafkah.
“Sebagai pengemudi yang setiap hari berada di jalan, kami membutuhkan rasa aman dan nyaman saat bekerja. Karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada Polrestabes Medan atas kerja keras yang telah dilakukan,” tambahnya.
Sebelumnya, Polrestabes Medan mencatat berbagai capaian dalam upaya pemberantasan kejahatan jalanan. Dalam kurun waktu 36 hari, mulai 24 April hingga 29 Mei 2026, aparat kepolisian melakukan tindakan tegas terhadap 37 pelaku kejahatan jalanan yang dinilai membahayakan keselamatan masyarakat maupun petugas saat proses penindakan.
Selain itu, keberadaan Tim JCS yang dibentuk sejak 6 Desember 2025 disebut memberikan kontribusi signifikan dalam pencegahan dan pengungkapan berbagai tindak kejahatan jalanan di Kota Medan.
Dalam pemaparan capaian 200 hari kinerja Kapolrestabes Medan, angka kejahatan jalanan dilaporkan turun sekitar 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan tersebut setara dengan berkurangnya 497 kasus kejahatan jalanan.
“Artinya, terdapat penurunan sebanyak 497 kasus dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Kapolrestabes Medan.
Di sektor pemberantasan narkotika, Polrestabes Medan juga mencatat peningkatan pengungkapan kasus sebesar 53 persen atau bertambah 399 kasus dibandingkan tahun lalu.
Tidak hanya itu, dalam sejumlah operasi terbaru, aparat kepolisian berhasil menyita 135 kendaraan bermotor yang diduga berkaitan dengan tindak pidana. Kendaraan tersebut ditemukan di delapan lokasi penyimpanan yang tersebar di kawasan Tembung, Batang Kuis, dan Percut Sei Tuan.
Keberhasilan tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Polrestabes Medan dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang lebih kondusif di wilayah Kota Medan dan sekitarnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.











