Panggilan Pengabdian yang Tak Pernah Usai: Kisah Purna Paskibraka DKI Jakarta
Suara Pecari | Panggilan Pengabdian yang Tak Pernah usai LPP RRI kembali terwujud dalam kisah Adnan Moereno, seorang purna Paskibraka DKI Jakarta yang tetap setia menjawab panggilan negara. Dalam sebuah pesan singkat di Instagram, Adnan meminta dokumentasi saat dirinya dan sembilan rekannya bertugas sebagai penyambut tamu negara pada Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Gedung Pancasila, Jakarta. Permintaan sederhana itu menyimpan cerita mendalam tentang dedikasi dan kesiapsiagaan yang terus hidup meski masa tugas resmi telah usai.
Bagi Adnan dan rekan-rekannya, panggilan tugas datang secara mendadak. Mereka mendapat informasi hanya satu malam sebelum gladi, saat sebagian besar orang bersiap beristirahat. Meski bukan lagi anggota aktif—angkatan 2024—mereka langsung menyambut tugas yang biasanya diemban oleh angkatan 2025 yang sedang bertugas di Balai Kota. “Kami dari Paskibraka DKI dapat informasi terkait penugasan tersebut H-1 malam sebelum gladi,” ujar Adnan. Kesempatan itu diterima tanpa ragu, karena bagi mereka, tugas negara adalah dedikasi di akhir jenjang SMA.
Panggilan Pengabdian yang Tak Pernah usai LPP RRI tidak hanya terlihat dari kesiapan mereka menerima tugas, tetapi juga dari kebiasaan yang terus terbawa. Seragam PDU (Pakaian Dinas Upacara) selalu siap, potong rambut mendadak menjadi rutinitas, dan mereka harus stand by di venue sebelum matahari terbit. “Sudah menjadi kebiasaan kami buat prepare seragam PDU,” kata Adnan. Semua persiapan dilakukan dalam hitungan jam, namun tetap rapi sesuai standar kepaskibrakaan.
Pada hari H, Adnan dan lima rekannya bertugas di pintu masuk Gedung Pancasila, menyambut tamu negara seperti Kepala Staf Kepresidenan dan Menteri Koordinator. Di tengah kemegahan upacara, mereka menjadi wajah pertama yang menyambut para pejabat. “Kami sangat kagum dengan banyaknya personil yang akan mengikuti parade,” ujarnya. Momen itu juga mempertemukan mereka dengan Paskibraka Nasional 2025, sebuah pengalaman yang sulit dilupakan.
Namun, pengabdian Adnan tidak berhenti di situ. Sebagai anggota Paskibraka DKI Jakarta, ia telah terlibat dalam berbagai agenda kenegaraan, termasuk Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya pada 1 Oktober 2024. Saat itu, ia merasakan atmosfer bersejarah dengan kehadiran Presiden Joko Widodo dan presiden terpilih Prabowo Subianto. “Di Lubang Buaya dan dihadiri oleh menteri-menteri dan RI 1 juga,” kenangnya. Pengalaman unik lainnya adalah menjadi gordon penyambut Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan di Lanud Halim Perdanakusumah, yang datang secara mendadak saat ia masih di sekolah.
Kisah Adnan membuktikan bahwa Panggilan Pengabdian yang Tak Pernah usai LPP RRI melampaui sekadar tugas pengibaran bendera. “Kalau diingat-ingat tugas-tugas saya saat menjadi PASKIBRAKA itu lebih dari sekedar pasukan saat mengibarkan bendera,” tegasnya. Mereka aktif mengisi berbagai kegiatan pemerintahan sepanjang tahun. Kini, setelah lulus SMA dan bersiap melanjutkan studi ke Tiongkok, Adnan masih melatih calon anggota Paskibraka DKI Jakarta sebagai instruktur. Nilai pengabdian terus ia wariskan.
Sebuah foto sederhana dari pemberitaan RRI.CO.ID menjadi kenangan berharga bagi Adnan dan rekannya. “Sudah sangat cukup untuk menjadi kenangan kami,” tulisnya. Di balik kemegahan upacara, ada sosok-sosok yang bekerja tanpa sorotan. Namun, kisah Adnan Moereno mengingatkan bahwa panggilan untuk mengabdi memang tak pernah benar-benar usai.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.











