Kemenag Sumenep Tembus 12 Besar Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat: Ribuan Peserta Bukti Kesadaran Arah Kiblat Meningkat

Kemenag Sumenep Tembus 12 Besar Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat: Ribuan Peserta Bukti Kesadaran Arah Kiblat Meningkat

Suara Pecari, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mencatat prestasi gemilang dalam pelaksanaan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 1448 Hijriah. Melalui kegiatan Rashdul Kiblat yang digelar pada 15-16 Juli 2026, sebanyak 3.624 peserta dari wilayah daratan hingga kepulauan berpartisipasi aktif. Capaian ini mengantarkan Kemenag Sumenep masuk dalam 12 besar kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur dengan jumlah peserta terbanyak. Prestasi ini menjadi bukti nyata meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya akurasi arah kiblat dalam ibadah.

Rashdul Kiblat: Momen Akurat untuk Verifikasi Arah Kiblat

Rashdul Kiblat adalah fenomena astronomi ketika posisi matahari tepat berada di atas Ka’bah, sehingga bayangan benda yang tegak lurus akan mengarah persis ke arah kiblat. Momen ini terjadi dua kali setahun, yaitu pada 27-28 Mei dan 15-16 Juli. Pada tahun 2026, bertepatan dengan 15-16 Juli 2026, masyarakat Sumenep memanfaatkan momen ini untuk memverifikasi arah kiblat masjid, musala, dan tempat ibadah lainnya.

Partisipasi Luas: Dari Daratan hingga Kepulauan

Sumenep dikenal sebagai kabupaten kepulauan dengan ratusan pulau. Meski demikian, sosialisasi dan pelaksanaan Rashdul Kiblat berhasil menjangkau masyarakat di pelosok. Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Sumenep, Moh. Mabrur, menyampaikan bahwa tingginya partisipasi merupakan hasil sinergi seluruh jajaran Kementerian Agama, mulai dari penghulu, penyuluh agama, kepala madrasah, hingga Tim Badan Hisab Rukyat (BHR) yang aktif melakukan sosialisasi.

“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama seluruh jajaran Kementerian Agama yang bergerak bersama memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pelaksanaan Rashdul Kiblat,” ujar Moh. Mabrur, Kamis (16/7/2026).

Data Partisipasi Peserta Rashdul Kiblat 2026

WilayahJumlah PesertaKeterangan
Daratan Sumenep2.450Terdiri dari 18 kecamatan
Kepulauan Sumenep1.174Meliputi 9 kecamatan kepulauan
Total3.624Peringkat 12 se-Jawa Timur

Sinergi Jajaran Kunci Keberhasilan

Kepala Kantor Kemenag Sumenep, Abdul Wasid, menegaskan bahwa Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat merupakan bagian dari penguatan layanan keagamaan. Ia menilai keterlibatan ribuan peserta menjadi bukti tingginya kepedulian masyarakat terhadap pelaksanaan ibadah yang sesuai syariat.

“Rashdul Kiblat bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bentuk layanan keagamaan yang memberikan edukasi kepada masyarakat agar memiliki pemahaman yang benar mengenai arah kiblat,” katanya.

Abdul Wasid juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang telah berkontribusi, termasuk:

  • Penghulu dan penyuluh agama yang melakukan sosialisasi door-to-door.
  • Tim Badan Hisab Rukyat (BHR) yang memberikan pendampingan teknis.
  • Kepala madrasah dan guru yang mengintegrasikan edukasi kiblat dalam pembelajaran.
  • Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenag Sumenep.

Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat

Keberhasilan ini tidak hanya menjadi prestasi administratif, tetapi juga berdampak langsung pada kualitas ibadah masyarakat. Dengan arah kiblat yang akurat, umat Islam dapat menjalankan salat dengan lebih khusyuk dan sesuai tuntunan. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan literasi keagamaan, khususnya ilmu falak, di kalangan masyarakat awam.

Ke depannya, Kemenag Sumenep berencana untuk menjadikan Rashdul Kiblat sebagai agenda tahunan yang terintegrasi dengan program edukasi publik. Hal ini sejalan dengan visi Kemenag untuk memberikan layanan keagamaan yang profesional dan berkualitas.

Penutup: Prestasi yang Memotivasi

Masuknya Kemenag Sumenep dalam 12 besar Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat di Jawa Timur adalah cerminan kerja keras dan kolaborasi semua pihak. Semangat kebersamaan yang terjalin diharapkan terus berlanjut, tidak hanya dalam kegiatan Rashdul Kiblat, tetapi juga dalam berbagai program layanan keagamaan lainnya. Dengan demikian, masyarakat Sumenep, dari daratan hingga kepulauan, dapat merasakan manfaat nyata dari pelayanan Kementerian Agama yang semakin baik dan dekat dengan umat.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *