KKG PAI Pasongsongan Latih Guru Membuat Microsite untuk Tingkatkan Kompetensi Digital

KKG PAI Pasongsongan Latih Guru Membuat Microsite untuk Tingkatkan Kompetensi Digital

Suara Pecari | Sumenep – Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam (PAI) Kecamatan Pasongsongan kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam di tingkat sekolah dasar. Pada Kamis, 2 Juli 2026, KKG PAI Pasongsongan menggelar pelatihan peningkatan kompetensi guru yang bertempat di SDN Pasongsongan II. Kegiatan ini diikuti oleh 10 guru PAI dari berbagai SD se-Kecamatan Pasongsongan dan difokuskan pada pembuatan serta pengelolaan microsite menggunakan platform s.id yang terintegrasi dengan Google Drive.

Latar Belakang Pelatihan

Di era digital saat ini, penguasaan teknologi informasi menjadi salah satu kompetensi penting bagi para pendidik. Ketua KKG PAI Kecamatan Pasongsongan, Abu Siri, S.Ag., menegaskan bahwa kemampuan memanfaatkan teknologi digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan yang mendesak. “Penguasaan teknologi digital menjadi bagian penting dalam meningkatkan profesionalisme guru di era modern. Dengan microsite, guru dapat mengelola administrasi secara lebih efektif, tertib, transparan, dan terdokumentasi dengan baik,” ujarnya.

Pelatihan ini merupakan respons terhadap tantangan digitalisasi pendidikan yang semakin masif. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi telah mendorong penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran dan administrasi. Namun, masih banyak guru yang belum terbiasa dengan alat-alat digital. KKG PAI Pasongsongan hadir untuk menjembatani kesenjangan tersebut.

Materi dan Metode Pelatihan

Pelatihan dirancang secara praktis dengan pendampingan langsung. Para peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung membuat dan mengelola microsite. Materi yang disampaikan meliputi:

  • Penyusunan tampilan halaman microsite agar menarik dan informatif.
  • Pengaturan menu navigasi untuk memudahkan akses.
  • Penautan berbagai dokumen digital ke dalam satu laman terpadu.

Platform yang digunakan adalah s.id, sebuah layanan pembuat microsite yang mudah digunakan dan terintegrasi dengan Google Drive. Dengan integrasi ini, guru dapat menyimpan dan mengelola dokumen di Google Drive, lalu menautkannya ke microsite sehingga semua informasi dapat diakses dari satu pintu.

13 Komponen Utama yang Dikelola

Dalam pelatihan, peserta mempraktikkan pengelolaan 13 komponen utama yang menjadi standar administrasi sekolah. Komponen-komponen tersebut meliputi:

No Komponen Deskripsi
1 Profil Sekolah Informasi umum sekolah, visi misi, data guru dan siswa.
2 Kurikulum Dokumen kurikulum yang digunakan.
3 Program Ajar Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan modul ajar.
4 Asesmen Instrumen dan hasil penilaian siswa.
5 Bank Soal Kumpulan soal untuk evaluasi.
6 Dokumen TPG Dokumen terkait tunjangan profesi guru.
7 Kalender Akademik Jadwal kegiatan belajar mengajar.
8 Data Siswa Informasi lengkap tentang siswa.
9 Data Guru & Tenaga Kependidikan Profil guru dan staf.
10 Sarana & Prasarana Inventarisasi fasilitas sekolah.
11 Keuangan Laporan keuangan dan anggaran.
12 Hubungan Masyarakat Dokumentasi kegiatan dan komunikasi dengan orang tua.
13 Pengembangan Diri Kegiatan pengembangan kompetensi guru.

Dengan mengelola 13 komponen ini melalui microsite, diharapkan administrasi sekolah menjadi lebih rapi, mudah diakses, dan transparan.

Antusiasme Peserta dan Dampak Pelatihan

Pelatihan berlangsung dengan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Mereka aktif bertanya dan mempraktikkan langsung pembuatan microsite. Salah satu peserta, Siti Aminah, guru PAI dari SDN Pasongsongan III, mengaku sangat terbantu. “Sebelumnya saya kesulitan mengelola dokumen secara digital. Setelah pelatihan ini, saya jadi paham cara membuat microsite dan menautkan dokumen. Ini akan sangat memudahkan pekerjaan saya,” ungkapnya.

Dampak dari pelatihan ini diharapkan tidak hanya dirasakan oleh para guru, tetapi juga oleh siswa dan orang tua. Dengan microsite, informasi tentang sekolah, kurikulum, dan kegiatan belajar dapat diakses dengan mudah oleh semua pihak. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mewujudkan sekolah yang transparan dan akuntabel.

Implikasi bagi Pendidikan Agama Islam di Pasongsongan

Pelatihan ini menjadi langkah konkret dalam mendorong budaya literasi digital di kalangan guru PAI. Di era revolusi industri 4.0, guru dituntut untuk tidak hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran dan administrasi. KKG PAI Pasongsongan telah menunjukkan bahwa dengan sumber daya yang terbatas, inovasi tetap bisa dilakukan.

Ke depan, diharapkan pelatihan serupa dapat diperluas ke kecamatan lain di Kabupaten Sumenep, bahkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Penggunaan microsite yang terintegrasi dengan Google Drive juga bisa menjadi model bagi sekolah-sekolah lain dalam mengelola administrasi secara digital.

Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa KKG PAI tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi pedagogik, tetapi juga kompetensi profesional dan teknologi. Dengan demikian, mutu pendidikan agama Islam di sekolah dasar dapat terus ditingkatkan.

Pelatihan yang digelar di SDN Pasongsongan II ini meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta. Mereka pulang tidak hanya dengan ilmu baru, tetapi juga dengan microsite yang sudah siap digunakan. Langkah kecil ini diharapkan menjadi awal dari transformasi digital yang lebih besar di dunia pendidikan, khususnya di Kecamatan Pasongsongan. Di tengah arus globalisasi, guru yang melek teknologi adalah kunci untuk mencetak generasi yang siap menghadapi masa depan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan