BPBD Bangkalan Petakan 17 Desa Berpotensi Kekeringan Ekstrem, Siapkan 300 Ribu Liter Air Bersih
Suara Pecari | BANGKALAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, telah memetakan sebanyak 17 desa yang berpotensi mengalami kekeringan ekstrem selama musim kemarau tahun ini. Langkah antisipatif ini diambil menyusul prediksi cuaca yang menunjukkan musim kemarau lebih panjang dari biasanya. BPBD Bangkalan petakan 17 desa berpotensi kekeringan ekstrem LPP RRI sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana kekeringan di wilayah tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Bangkalan, M Zainul Qomar, mengungkapkan bahwa pemetaan tersebut didasarkan pada hasil kajian lapangan serta laporan yang disampaikan oleh pemerintah desa kepada BPBD. “Ini berdasarkan hasil pemetaan yang kami lakukan. Dan berdasarkan laporan kepala desa yang disampaikan kepada BPBD Kabupaten Bangkalan,” ujar Qomar di Bangkalan, Minggu (7/6/2026).
Selain itu, BPBD juga mengidentifikasi 10 desa lainnya yang berpotensi mengalami kekeringan, namun tingkat kerawanannya dinilai tidak separah 17 desa tersebut karena masih memiliki sumber air alternatif berupa sumur milik warga. “Hanya saja, potensi kekeringan di 10 desa tidak separah di 17 desa. Karena sumber mata air milik warga seperti sumur masih tersedia,” katanya.
Berdasarkan data yang dihimpun BPBD, sekitar 15.789 kepala keluarga (KK) di Bangkalan berpotensi mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama musim kemarau. Untuk mengantisipasi hal tersebut, BPBD Bangkalan telah menyiapkan cadangan awal sebanyak 300.000 liter air bersih yang siap disalurkan secara bertahap ke wilayah yang membutuhkan. Langkah ini menjadi bagian dari respons cepat terhadap kondisi darurat kekeringan.
Qomar menjelaskan, distribusi bantuan air bersih akan dilakukan berdasarkan laporan dari pemerintah desa. Warga yang mengalami kesulitan air bersih diminta melapor kepada perangkat desa setempat, yang selanjutnya akan mengajukan permohonan bantuan kepada BPBD. “Prosedurnya, warga yang membutuhkan bantuan melaporkan kepada aparat desa. Dan aparat desa nanti yang akan menghubungi kami untuk bantuan distribusi air bersih tersebut,” kata Qomar.
BPBD Bangkalan juga mengimbau masyarakat di daerah rawan kekeringan untuk mulai menghemat penggunaan air serta memanfaatkan sumber air yang tersedia secara bijak selama musim kemarau berlangsung. Edukasi tentang konservasi air dan pemanfaatan sumber daya air secara efisien menjadi kunci dalam menghadapi potensi krisis air bersih.
Pemetaan yang dilakukan BPBD Bangkalan ini merupakan langkah strategis dalam penanggulangan bencana kekeringan. Dengan mengetahui secara pasti desa-desa yang paling rentan, BPBD dapat memprioritaskan penyaluran bantuan air bersih dan melakukan intervensi lebih awal. BPBD Bangkalan petakan 17 desa berpotensi kekeringan ekstrem LPP RRI menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan mitigasi dan respons bencana.
Dalam beberapa tahun terakhir, kekeringan ekstrem sering melanda wilayah Bangkalan, terutama di daerah perbukitan dan dataran tinggi yang sulit dijangkau sumber air. Kondisi ini diperparah dengan perubahan iklim yang menyebabkan musim kemarau semakin panjang dan intensitas hujan berkurang. Oleh karena itu, BPBD terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana kekeringan.
Selain menyiapkan cadangan air bersih, BPBD juga berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan ketersediaan air baku dari sumber-sumber air alternatif, seperti embung dan sumur bor. Upaya jangka panjang juga dilakukan melalui program penghijauan dan konservasi tanah dan air untuk menjaga ketersediaan air tanah.
Masyarakat diimbau untuk tidak panik namun tetap waspada. Dengan adanya pemetaan ini, diharapkan penanganan kekeringan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. BPBD Bangkalan petakan 17 desa berpotensi kekeringan ekstrem LPP RRI sebagai langkah awal yang krusial dalam melindungi warga dari dampak buruk kekeringan.
Kesimpulannya, BPBD Bangkalan telah mengambil langkah proaktif dengan memetakan 17 desa rawan kekeringan ekstrem dan menyiapkan bantuan air bersih. Kerja sama antara pemerintah desa, BPBD, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan mitigasi bencana kekeringan di Kabupaten Bangkalan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.











