Usai Gempa Besar Sulawesi Utara Kembali Diguncang Gempa M5,8: Aktivitas Seismik Berlanjut
Suara Pecari | Usai Gempa Besar Sulawesi Utara Kembali Diguncang Gempa M5 8 LPP RRI, wilayah Sulawesi Utara kembali mengalami guncangan seismik pada Senin (8/6/2026) siang. Gempa berkekuatan magnitudo 5,8 ini merupakan bagian dari rangkaian aktivitas gempa yang terjadi sejak pagi hari, menambah kekhawatiran masyarakat setempat.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa gempa magnitudo 5,8 terjadi pada pukul 11.46.48 WIB. Pusat gempa berada di laut, sekitar 127 kilometer barat laut Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dengan koordinat 4,74 Lintang Utara dan 125,30 Bujur Timur. Kedalaman gempa tercatat 29 kilometer, termasuk gempa dangkal yang berpotensi menimbulkan kerusakan.
Sebelum gempa magnitudo 5,8, Sulawesi Utara telah diguncang dua gempa pendahulu. Gempa pertama berkekuatan magnitudo 3,8 terjadi pada pukul 11.07.54 WIB, berpusat 165 kilometer barat laut Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, dengan kedalaman 112 kilometer. Sekitar 10 menit kemudian, gempa kedua magnitudo 4,0 mengguncang pada pukul 11.17.58 WIB, dengan episenter 200 kilometer barat laut Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, pada kedalaman 10 kilometer.
Rangkaian gempa ini terjadi setelah gempa besar berkekuatan magnitudo 7,7 yang memicu peringatan dini tsunami sebelumnya. BMKG melalui sistem InaTEWS mengumumkan bahwa peringatan dini tsunami telah resmi berakhir setelah pemantauan menunjukkan kenaikan muka air laut di beberapa titik. Kenaikan tertinggi tercatat di Talengen mencapai 0,75 meter, diikuti Paleleh 0,45 meter, Tanjung Sidupa 0,32 meter, dan Tahuna 0,30 meter.
Usai Gempa Besar Sulawesi Utara Kembali Diguncang Gempa M5 8 LPP RRI, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. BMKG mengingatkan bahwa aktivitas seismik masih mungkin terjadi, dan masyarakat harus mengikuti informasi resmi dari otoritas terkait.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan signifikan atau korban jiwa akibat gempa-gempa tersebut. Namun, otoritas setempat terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk memastikan keselamatan warga. Usai Gempa Besar Sulawesi Utara Kembali Diguncang Gempa M5 8 LPP RRI, situasi di lapangan masih dalam kondisi terkendali, namun kewaspadaan tetap diperlukan.
Kesimpulannya, rangkaian gempa di Sulawesi Utara menunjukkan bahwa wilayah ini masih dalam masa aktif seismik. Masyarakat diharapkan tidak panik namun tetap siaga, serta mengandalkan informasi dari BMKG dan pemerintah daerah untuk langkah evakuasi jika diperlukan. Usai Gempa Besar Sulawesi Utara Kembali Diguncang Gempa M5 8 LPP RRI, kolaborasi antara warga dan otoritas menjadi kunci dalam menghadapi bencana alam ini.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












