PMI Jember Perkuat Tata Kelola Organisasi Lewat Orientasi PMER

PMI Jember Perkuat Tata Kelola Organisasi Lewat Orientasi PMER

PMI Jember Tuntaskan Orientasi PMER, Dorong Reformasi Manajemen dan Penguatan Sistem Data

JEMBER – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember resmi menutup kegiatan Orientasi Planning, Monitoring, Evaluation, and Reporting (PMER) pada Kamis (11/6/2026). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut diharapkan menjadi momentum penguatan tata kelola organisasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta perbaikan sistem pelayanan kemanusiaan di lingkungan PMI Kabupaten Jember.

Orientasi PMER menghadirkan dua fasilitator berpengalaman, yakni Novita dari PMI Pusat dan Ardip, Kepala Markas PMI Kabupaten Bangli, Bali. Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan terkait sistem perencanaan program, pemantauan, evaluasi, hingga pelaporan organisasi yang akuntabel dan terukur.

Dalam sambutan penutupan, Sekretaris PMI Kabupaten Jember, Ghufron Eviyan Efendi, menegaskan bahwa hasil orientasi harus diwujudkan dalam langkah nyata di lapangan, bukan sekadar menjadi kegiatan seremonial.

Menurutnya, peningkatan kapasitas yang telah diberikan harus mampu menjawab berbagai tantangan organisasi, baik di lingkungan Markas PMI, Unit Donor Darah (UDD), maupun unsur relawan seperti Korps Sukarela (KSR) dan Forum Remaja Palang Merah Indonesia (Forpis).

“Harapan kami, setelah kegiatan ini tidak ada lagi persoalan dalam perencanaan program, baik di Markas, UDD, maupun di tingkat relawan. Seluruh elemen harus memiliki pemahaman yang sama mengenai sistem perencanaan dan pelaporan,” ujarnya.

Selain peningkatan kompetensi teknis, pengurus PMI Jember juga menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang lebih profesional. Seluruh staf dan relawan didorong untuk terus mengembangkan kemampuan, menjaga disiplin kerja, serta menghindari kebiasaan yang dapat mengurangi produktivitas selama menjalankan tugas organisasi.

Ghufron mengibaratkan dinamika organisasi PMI seperti permainan catur, di mana setiap unsur memiliki peran dan tanggung jawab yang berbeda namun saling mendukung. Pemahaman terhadap tugas pokok dan fungsi masing-masing dinilai menjadi kunci dalam menciptakan sistem kerja yang efektif.

“Setiap orang harus memahami posisi dan tugasnya. Jika sistem pelaporan berjalan dengan baik, maka proses pengambilan kebijakan akan menjadi lebih mudah dan terarah,” katanya.

Pengurus juga mengingatkan pentingnya koordinasi lintas bidang agar setiap kebijakan yang telah ditetapkan dapat segera diimplementasikan tanpa adanya praktik saling melempar tanggung jawab. Sebagai contoh, PMI Jember sebelumnya mengirimkan petugas untuk mengikuti pelatihan ambulans yang mensyaratkan peserta memiliki sertifikasi Pertolongan Pertama (PP) tingkat mahir.

Pada kesempatan tersebut, evaluasi juga difokuskan pada pengelolaan data organisasi yang dinilai masih perlu diperkuat. PMI Kabupaten Jember menargetkan pembenahan sistem data agar lebih valid, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Menurut Ghufron, keberadaan basis data yang tertata dengan baik akan menjadi aset penting bagi organisasi, tidak hanya untuk mendukung pelayanan saat ini, tetapi juga sebagai sumber informasi bagi kepengurusan di masa mendatang.

“Ke depan, kita harus memiliki database yang valid dan dapat dimanfaatkan secara maksimal. Dengan sistem data yang baik, informasi organisasi akan tetap terjaga dan bisa digunakan untuk mendukung pengembangan PMI secara berkelanjutan,” tegasnya.

Melalui penutupan Orientasi PMER ini, PMI Kabupaten Jember menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola organisasi yang lebih profesional, transparan, akuntabel, dan berbasis data guna meningkatkan kualitas pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.