BPOM Gandeng Generasi Muda Lawan OOT lewat ‘Safe Sound Fest’
Latar Belakang: Darurat Penyalahgunaan Obat di Kalangan Remaja
Suara Pecari | Penyalahgunaan obat-obatan tertentu (OOT) di kalangan remaja Indonesia telah mencapai tingkat yang memprihatinkan. Data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) menunjukkan bahwa prevalensi penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa mencapai 2,3% pada tahun 2025, dengan OOT menjadi salah satu jenis yang paling sering disalahgunakan. Menanggapi hal ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengambil langkah strategis dengan menggandeng generasi muda melalui kampanye Safe Sound Fest. Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, menegaskan bahwa masa remaja adalah fase yang sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan dan ketergantungan obat. “Masa SMA adalah masa yang sangat menentukan arah kehidupan seseorang. Fase ini sangat sensitif terhadap pengaruh lingkungan dan ketergantungan obat,” ujarnya di SMA Negeri 70 Jakarta pada Kamis, 11 Juni 2026.
Edukasi sebagai Pilar Utama Pencegahan
Deputi Bidang Penindakan BPOM, Tubagus Ade Hidayat, menekankan bahwa penegakan hukum saja tidak cukup untuk menyelesaikan masalah penyalahgunaan obat. “Pendekatan hukum semata tidak dapat menyelesaikan seluruh permasalahan. Karena itu, edukasi dan pembinaan harus diperkuat sejak usia sekolah,” jelasnya. Safe Sound Fest hadir sebagai wadah edukasi interaktif yang tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga membangun kesadaran kritis di kalangan pelajar. Melalui musik, diskusi, dan berbagai aktivitas kreatif, kampanye ini berupaya menyampaikan pesan pencegahan dengan cara yang lebih mudah diterima dan menyenangkan.
Rangkaian Kegiatan Safe Sound Fest
Kampanye nasional Safe Sound Fest telah dimulai sejak awal Mei 2026, dengan puncak acara di SMA Negeri 70 Jakarta. Berikut adalah rangkaian kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan:
| Tanggal | Kegiatan | Lokasi |
|---|---|---|
| 3-10 Mei 2026 | Sosialisasi daring dan lomba poster anti-OOT | Media sosial BPOM |
| 15-20 Mei 2026 | Workshop kewirausahaan dan kesehatan mental | 5 SMA di Jakarta |
| 25 Mei 2026 | Konser edukasi “Safe Sound Fest” | SMA Negeri 70 Jakarta |
| Juni-Agustus 2026 | Roadshow ke 10 kota besar | Berbagai daerah |
Musik sebagai Media Edukasi yang Efektif
Pemilihan musik sebagai media kampanye bukan tanpa alasan. Tubagus menjelaskan, “Musik dipilih sebagai media untuk menarik partisipasi generasi muda. Harapannya, pesan pencegahan dapat diterima lebih efektif dan menyenangkan.” Konser Safe Sound Fest menampilkan musisi muda yang membawakan lagu-lagu bertema anti-narkoba, diselingi dengan sesi talkshow bersama psikolog dan mantan pengguna yang berhasil sembuh. Pendekatan ini dinilai lebih efektif daripada ceramah konvensional karena mampu menyentuh emosi dan membangun koneksi personal dengan remaja.
Dampak dan Implikasi bagi Generasi Muda
Penyalahgunaan OOT tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga mental dan sosial. Taruna Ikrar memperingatkan, “Penyalahgunaan obat tertentu dapat memicu gangguan kesehatan mental. Dampaknya juga mengancam masa depan serta produktivitas generasi muda Indonesia. Jangan hilang masa depan dan cita-cita karena obat-obatan tertentu. Penyalahgunaannya dapat menyebabkan gangguan jiwa bahkan kematian.” Dengan adanya Safe Sound Fest, diharapkan remaja lebih memahami risiko tersebut dan mampu menolak tekanan teman sebaya untuk mencoba obat-obatan terlarang.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Keberhasilan kampanye ini tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor. Tubagus menegaskan bahwa langkah ini akan terus diperkuat ke depan, melibatkan BPOM, kepolisian, sekolah, dan berbagai kementerian terkait. Sinergi ini penting untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pencegahan penyalahgunaan obat secara komprehensif. Sekolah, misalnya, berperan sebagai garda terdepan dalam mendeteksi dan memberikan intervensi awal. Sementara itu, kepolisian bertugas menindak jaringan pengedar yang menyasar remaja.
Poin-Poin Penting yang Perlu Dicatat
- Safe Sound Fest merupakan bagian dari kampanye nasional BPOM yang berlangsung sejak Mei 2026.
- Target utama adalah pelajar SMA/sederajat di seluruh Indonesia.
- Edukasi difokuskan pada bahaya OOT, kesehatan mental, dan pengembangan diri.
- Musik dan seni digunakan sebagai pendekatan kreatif untuk menjangkau remaja.
- Kolaborasi melibatkan BPOM, Kemendikbud, Kemenkes, BNN, dan Kepolisian.
Penutup: Menanamkan Kesadaran Sejak Dini
Safe Sound Fest bukan sekadar acara hiburan, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Dengan menanamkan kesadaran akan bahaya penyalahgunaan obat sejak dini, generasi muda Indonesia diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Kampanye ini menjadi bukti bahwa pendekatan yang humanis dan partisipatif mampu menjadi senjata ampuh melawan ancaman narkoba. Ke depannya, diharapkan lebih banyak lagi inisiatif serupa yang melibatkan generasi muda sebagai agen perubahan, bukan sekadar objek sosialisasi.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










