Jakarta Akan Gelap Gulita Selama 1 Jam: Aksi Nyata Hemat Energi dan Kurangi Emisi
Suara Pecari | Jakarta akan gelap gulita selama satu jam pada Sabtu, 13 Juni 2026, mulai pukul 20.30 hingga 21.30 WIB. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau seluruh warga, perkantoran, pusat perbelanjaan, hotel, apartemen, dan restoran untuk memadamkan lampu secara serentak. Aksi ini merupakan bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang tahun ini mengusung tema penghematan energi dan pengurangan emisi karbon.
Latar Belakang dan Tujuan Aksi
Pemadaman lampu massal bukan sekadar seremoni. Pemprov DKI mencatat, aksi serupa yang dilakukan pada 25 April 2026 berhasil menghemat listrik sebesar 96,91 MWh, menghemat biaya Rp140.226.312, dan menurunkan emisi karbon dioksida sebesar 77,53 ton CO2e. Angka ini menjadi bukti bahwa partisipasi masyarakat dapat memberikan dampak nyata bagi lingkungan.
“Hemat energi dan kurangi emisi, padamkan lampu 60 menit dalam rangka Hari Lingkungan Hidup. Hanya dengan memadamkan lampu selama 60 menit, kita bisa memberikan ruang bernafas yang besar bagi bumi kita,” tulis Pemprov DKI dalam akun Instagram resmi @dkijakarta.
Wilayah dan Infrastruktur yang Terdampak
Pemadaman akan dilakukan di lima wilayah Jakarta: Pusat, Utara, Timur, Barat, dan Selatan. Jalan protokol dan arteri utama seperti Jalan Sudirman, MH Thamrin, Yos Sudarso, Daan Mogot, dan lainnya akan gelap. Simbol-simbol kota seperti Gedung Balaikota, Monumen Nasional (Monas), Patung Arjuna Wiwaha, Bundaran Hotel Indonesia, Patung Pemuda, dan Patung Pahlawan juga ikut dipadamkan. Pengecualian diberikan untuk rumah sakit dan puskesmas demi menjaga pelayanan kesehatan.
| Wilayah | Jalan/Ruas yang Dipadamkan |
|---|---|
| Jakarta Pusat | Jalan Sudirman (Dukuh Atas – Gedung Sampoerna Strategic), Jalan MH Thamrin, Jalan Medan Merdeka (kecuali depan Istana Presiden), Jalan Gerbang Pemuda, Jalan Asia Afrika, Halaman Balaikota, Kantor Walikota Jakarta Pusat |
| Jakarta Utara | Jalan Yos Sudarso, Komplek Kantor Walikota Jakarta Utara, Jalan Perintis Kemerdekaan |
| Jakarta Timur | Jalan Dr. Sumarno, Jalan Perintis Kemerdekaan, Komplek Kantor Walikota Jakarta Timur |
| Jakarta Barat | Jalan Daan Mogot, Jalan Kembangan Raya (Depan Kantor Walikota Jakarta Barat), Komplek Kantor Walikota Jakarta Barat |
| Jakarta Selatan | Jalan Pranca Raya, Jalan Gerbang Pemuda – Asia Afrika, Jalan Sudirman (Gedung Sampoerna Strategic – Patung Pemuda), Gedung Walikota Jakarta Selatan, Patung Pemuda, Jalan Rasuna Said |
Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat dan Lingkungan
Aksi pemadaman lampu serentak ini memberikan dampak langsung pada penghematan energi dan penurunan emisi. Berdasarkan data aksi sebelumnya, setiap jam pemadaman mampu menghemat listrik setara dengan konsumsi ratusan rumah tangga. Selain itu, penurunan emisi CO2e sebesar 77,53 ton setara dengan penanaman ribuan pohon.
Bagi masyarakat, pemadaman ini menjadi momen refleksi untuk mengurangi konsumsi energi listrik sehari-hari. Pemerintah berharap kebiasaan mematikan lampu saat tidak diperlukan dapat terus diterapkan setelah aksi selesai. Implikasi ekonomi juga terlihat dari penghematan biaya listrik yang mencapai lebih dari Rp140 juta dalam satu jam.
Dari sisi sosial, aksi ini memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga lingkungan. Partisipasi aktif warga, perkantoran, dan pusat komersial menjadi kunci keberhasilan. Pemprov DKI mengajak seluruh elemen untuk tidak hanya ikut serta, tetapi juga menyebarkan informasi ini ke lingkungan sekitar.
Kronologi dan Perbandingan dengan Aksi Sebelumnya
Aksi pemadaman lampu serentak pertama kali dilakukan pada 25 April 2026 sebagai uji coba. Hasilnya sangat positif: penghematan listrik 96,91 MWh, efisiensi biaya Rp140.226.312, dan penurunan emisi 77,53 ton CO2e. Keberhasilan ini mendorong Pemprov DKI untuk mengulang aksi pada peringatan Hari Lingkungan Hidup, 13 Juni 2026, dengan cakupan yang lebih luas dan partisipasi yang lebih besar.
“Aksi serentak di lima wilayah di Jakarta bukan sekedar simbol melainkan langkah nyata menghemat energi dan menekan emisi karbon. Mari wujudkan Jakarta yang lebih sehat, hemat energi, dan ramah lingkungan,” demikian imbauan Pemprov DKI.
Penutup
Malam Sabtu, 13 Juni 2026, Jakarta akan sejenak gelap, namun di balik kegelapan itu, secercah harapan untuk bumi yang lebih hijau justru bersinar terang. Aksi pemadaman lampu selama satu jam bukanlah sekadar seremoni tahunan, melainkan bukti bahwa langkah kecil bersama-sama dapat menghasilkan dampak besar. Mari nyalakan kesadaran, padamkan lampu, dan beri bumi ruang bernafas.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












