Moana Live Action Gagal Berlayar Kencang: Debut Box Office di Bawah Ekspektasi
Suara Pecari, Film Moana live action yang sangat dinantikan akhirnya tayang di bioskop, namun debutnya di box office justru mengecewakan. Adaptasi langsung dari film animasi klasik Disney tahun 2016 ini hanya meraup sekitar $43 juta di dalam negeri dan $52 juta secara internasional pada akhir pekan pertamanya, dengan total global $95 juta. Angka tersebut jauh di bawah perkiraan analis yang sempat memprediksi pembukaan di atas $100 juta.
Kesuksesan Moana live action sebenarnya sudah diantisipasi besar-besaran oleh Disney. Film animasi aslinya merupakan salah satu judul paling populer di Disney+, dan sekuelnya, ‘Moana 2’, meraup lebih dari $1 miliar pada tahun 2024. Namun, adaptasi live action ini justru menuai kritik pedas dari para kritikus karena dianggap sebagai tiruan shot-for-shot dari versi animasinya tanpa inovasi berarti. Skor Rotten Tomatoes yang hanya 34% menjadi bukti kekecewaan tersebut.
Meskipun demikian, penonton memberikan respons yang sedikit lebih positif. Sebanyak 63% penonton menyatakan akan ‘pasti’ merekomendasikan film ini kepada teman-teman mereka, menurut survei PostTrak. Apresiasi khusus diberikan kepada Catherine Lagaʻaia yang memerankan Moana, serta kembalinya Dwayne Johnson sebagai Maui. Johnson sendiri mengaku semakin percaya diri dalam menyanyikan lagu ikonik ‘You’re Welcome’ berkat pengalamannya di film asli.
Namun, persaingan ketat di pasar film keluarga ikut memengaruhi performa Moana live action. Pada akhir pekan yang sama, ‘Minions & Monsters’ dari Universal dan ‘Toy Story 5’ dari Pixar juga masih kuat di bioskop, menciptakan oversaturasi genre PG-rated. Paul Dergarabedian, analis box office, mencatat bahwa keluarga memang suka pergi ke bioskop, tetapi dengan tiga film besar bersaing, sulit bagi satu film untuk mendominasi.
Dengan biaya produksi mencapai $250 juta, Moana live action membutuhkan pendapatan global yang jauh lebih besar untuk mencapai titik impas. Kegagalan ini menimbulkan pertanyaan tentang masa depan strategi remake live action Disney. Sebelumnya, film seperti ‘Snow White’ (2025) juga mengalami kegagalan serupa, sementara remake sukses seperti ‘The Lion King’ dan ‘Beauty and the Beast’ dirilis ketika jeda waktu dengan film aslinya cukup panjang—sekitar 25 tahun—sehingga nostalgia lebih kuat. Sebaliknya, ‘Moana’ asli baru berusia 10 tahun, dan sekuelnya dirilis hanya 19 bulan sebelumnya, menyebabkan kelelahan penonton.
Kesimpulannya, meskipun memiliki basis penggemar yang kuat dan pemasaran yang gencar, Moana live action gagal menciptakan gelombang besar di box office. Kombinasi antara ulasan kritis yang buruk, persaingan ketat, dan timing yang kurang tepat menjadi faktor utama. Disney mungkin perlu memikirkan ulang pendekatan mereka terhadap proyek remake live action di masa depan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.









