Live Action Moana Gagal Berlayar: Debut Box Office Jauh dari Ekspektasi

Live Action Moana Gagal Berlayar: Debut Box Office Jauh dari Ekspektasi

Suara Pecari, Film Moana live action yang dinanti-nantikan justru mencatatkan awal yang mengecewakan di box office global. Dengan pendapatan akhir pekan pembukaan hanya USD 43 juta di Amerika Utara dan USD 52 juta dari pasar internasional, total global USD 95 juta jauh di bawah proyeksi awal Disney yang mencapai USD 130-140 juta. Padahal, film Moana live action dibanderol dengan biaya produksi USD 250 juta, belum termasuk biaya pemasaran yang diperkirakan mencapai USD 100-145 juta. Analis memperkirakan film ini berpotensi merugi hingga USD 100-125 juta pada siklus pertamanya.

Pencapaian ini mengingatkan pada kegagalan Snow White (2025) yang juga dibuka dengan USD 42 juta di dalam negeri dan akhirnya mencatatkan kerugian besar. Meski Moana live action mendapat nilai A- dari penonton (CinemaScore) dan disukai keluarga—dengan 78% orang tua merekomendasikannya—film ini harus bersaing ketat dengan dua film keluarga lainnya: Toy Story 5 (Pixar) yang sudah meraup USD 879 juta secara global, dan Minions & Monsters (Illumination) yang berada di posisi kedua dengan USD 20,5 juta akhir pekan ini.

Salah satu faktor utama kegagalan adalah jarak rilis yang terlalu dekat dengan Moana 2 (November 2024) yang sukses besar dengan pendapatan lebih dari USD 1 miliar. Penonton merasa belum cukup waktu untuk merindukan karakter Moana, apalagi versi animasi asli 2016 juga masih sangat populer di Disney+. Kritikus pun memberikan rating rendah (34% di Rotten Tomatoes) karena menganggap film ini hanya shot-for-shot remake tanpa inovasi berarti. Meskipun begitu, penampilan Catherine Laga’aia sebagai Moana dan Dwayne Johnson sebagai Maui mendapat pujian.

Secara internasional, Moana live action hanya membukukan USD 52 juta dari 50 pasar, dengan Australia (USD 5,3 juta), Prancis (USD 5,2 juta), dan Korea Selatan (USD 3,8 juta) menjadi pasar teratas. Namun, film ini gagal total di China dengan hanya USD 1,2 juta. Persaingan dengan Toy Story 5 yang masih kuat di pekan keempat juga membuat Moana live action kalah di pasar kunci seperti Meksiko dan Brasil.

Disney sebelumnya sukses dengan remake Lilo & Stitch (2025) yang tembus USD 1 miliar, namun Moana live action menjadi pengingat bahwa strategi remake tanpa jeda waktu yang cukup bisa berbuah petaka. Dengan jadwal padat musim panas ini—termasuk The Odyssey karya Christopher Nolan pekan depan—peluang Moana untuk pulih pun semakin tipis. Meski demikian, perilisan di platform Disney+ di masa depan mungkin bisa membantu memulihkan sebagian kerugian.

Kesimpulannya, Moana live action menjadi contoh nyata bahwa nostalgia dan popularitas waralaba saja tidak cukup menjamin kesuksesan box office. Faktor jarak rilis, biaya produksi yang membengkak, dan persaingan ketat menjadi pelajaran berharga bagi Disney untuk lebih selektif dalam merilis remake di masa depan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *