Lapas Dabo Singkep Bagikan Perlengkapan Mandi dan Edukasi PHBS untuk Warga Binaan

Lapas Dabo Singkep Bagikan Perlengkapan Mandi dan Edukasi PHBS untuk Warga Binaan

Suara Pecari, Lingga, 13 Juli 2026 – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, mengambil langkah nyata dalam meningkatkan kualitas hidup warga binaan. Pada Senin, 13 Juli 2026, pihak lapas membagikan paket perlengkapan mandi secara gratis kepada seluruh warga binaan sebagai bagian dari program pembinaan kesehatan dan kebersihan lingkungan. Kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga diiringi dengan edukasi intensif mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Latar Belakang Program

Menjaga kebersihan diri di lingkungan pemasyarakatan seringkali menjadi tantangan tersendiri. Keterbatasan akses terhadap perlengkapan mandi, kurangnya kesadaran akan pentingnya kebersihan, serta padatnya hunian dapat memicu berbagai masalah kesehatan, seperti penyakit kulit, infeksi saluran pernapasan, hingga diare. Menyadari hal tersebut, Lapas Dabo Singkep berinisiatif untuk menyediakan kebutuhan dasar warga binaan secara berkala.

Kepala Lapas Kelas III Dabo Singkep, Yusrifa Arif, menjelaskan bahwa program ini merupakan wujud komitmen lapas dalam memenuhi hak dasar warga binaan. “Pemenuhan kebutuhan kebersihan merupakan bagian dari pelayanan yang wajib diberikan kepada warga binaan selama menjalani masa pidana. Menjaga kebersihan diri merupakan langkah awal dalam menciptakan lingkungan hunian yang sehat,” ujar Yusrifa saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Rincian Perlengkapan yang Dibagikan

Paket perlengkapan mandi yang disalurkan terdiri dari beberapa item esensial untuk menjaga kebersihan diri sehari-hari. Berikut rinciannya:

No.Jenis PerlengkapanJumlahKeterangan
1Sabun Mandi1 batangMerek lokal, ukuran 100 gram
2Sampo1 sachetKemasan 70 ml
3Pasta Gigi1 tubeUkuran 75 gram
4Sikat Gigi1 buahSikat gigi dewasa

Pembagian dilakukan secara langsung oleh petugas lapas kepada masing-masing warga binaan di blok hunian. Proses pendistribusian berjalan tertib dan lancar dengan menerapkan protokol kesehatan.

Edukasi PHBS: Lebih dari Sekadar Membagikan Barang

Kegiatan ini tidak berhenti pada pembagian barang. Petugas lapas juga memberikan penyuluhan mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara interaktif. Materi edukasi mencakup:

  • Pentingnya mandi secara teratur minimal dua kali sehari.
  • Cara menyikat gigi yang benar dan waktu yang tepat (pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur).
  • Menjaga kebersihan kamar hunian, termasuk ventilasi, tempat tidur, dan area sekitar.
  • Cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir sebelum makan dan setelah dari toilet.
  • Pemilahan sampah dan kebersihan lingkungan umum.

Yusrifa menambahkan, “Kebersihan lingkungan dan kesehatan warga binaan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan program pembinaan di dalam lapas. Dengan tubuh yang sehat, warga binaan dapat mengikuti kegiatan pembinaan dengan optimal.”

Dampak dan Implikasi Program

Program pembagian perlengkapan mandi dan edukasi PHBS ini memiliki dampak yang signifikan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Secara langsung, warga binaan mendapatkan akses terhadap alat kebersihan yang memadai, sehingga risiko penyakit menular dapat ditekan. Dalam jangka panjang, kebiasaan hidup bersih yang ditanamkan diharapkan terbawa hingga mereka kembali ke masyarakat.

Dari sisi psikologis, perhatian terhadap kebutuhan dasar seperti kebersihan diri juga dapat meningkatkan harga diri dan motivasi warga binaan untuk berubah. Lingkungan yang bersih dan sehat menciptakan suasana yang lebih kondusif untuk proses rehabilitasi.

Program ini juga menjadi contoh bagi lapas lain di Indonesia untuk mengalokasikan anggaran secara lebih proporsional pada kebutuhan kesehatan warga binaan. Kolaborasi dengan pihak ketiga, seperti dinas kesehatan setempat atau lembaga swadaya masyarakat, dapat menjadi langkah lanjutan untuk memperkuat program serupa.

Kronologi Kegiatan

Berikut adalah kronologi kegiatan pembagian perlengkapan mandi dan edukasi PHBS di Lapas Dabo Singkep pada 13 Juli 2026:

  1. Pukul 08.00 WIB: Briefing petugas lapas mengenai teknis pembagian dan materi edukasi.
  2. Pukul 09.00 WIB: Warga binaan dikumpulkan di aula lapas sesuai blok hunian.
  3. Pukul 09.30 WIB: Sambutan Kepala Lapas dan penjelasan tujuan kegiatan.
  4. Pukul 10.00 WIB: Pembagian paket perlengkapan mandi secara simbolis dan dilanjutkan door to door.
  5. Pukul 11.00 WIB: Sesi edukasi PHBS dengan metode tanya jawab dan demonstrasi.
  6. Pukul 12.00 WIB: Kegiatan selesai, warga binaan kembali ke blok masing-masing.

Respons Warga Binaan

Salah seorang warga binaan, Andi (bukan nama sebenarnya), mengaku senang dengan adanya program ini. “Kami jadi lebih semangat untuk mandi dan merawat diri. Biasanya kalau sabun habis, kadang pinjam teman, sekarang dapat sendiri. Terima kasih Pak Kepala,” ujarnya dengan senyum.

Warga binaan lainnya, Budi, menambahkan bahwa edukasi PHBS membuatnya sadar akan pentingnya kebersihan. “Dulu saya malas gosok gigi, sekarang jadi ingat terus karena petugas bilang bisa sakit gigi dan bau mulut. Saya jadi rajin,” katanya.

Penutup

Di tengah keterbatasan yang ada, Lapas Dabo Singkep membuktikan bahwa kepedulian terhadap kesejahteraan warga binaan dapat diwujudkan melalui langkah-langkah sederhana namun bermakna. Program pembagian perlengkapan mandi dan edukasi PHBS bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan investasi kemanusiaan yang kelak akan menuai hasil ketika warga binaan kembali menjadi bagian dari masyarakat. Dengan tubuh yang sehat dan jiwa yang bersih, harapan untuk perubahan pun semakin nyata.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *