Khofifah Dukung Penuh Vocational Epicentre 2026 UNESA: Dorong SDM Vokasi Indonesia Go Global
Suara Pecari, Surabaya, 13 Juli 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Vocational Epicentre 2026 yang akan digelar di Universitas Negeri Surabaya (UNESA) pada 2-4 Agustus 2026. Dukungan tersebut disampaikan saat menerima audiensi pimpinan UNESA di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (10/7/2026). Audiensi dipimpin langsung Rektor UNESA Prof. Dr. Nurhasan.
Visi Besar di Balik Vocational Epicentre 2026
Vocational Epicentre 2026 bukan sekadar ajang seremonial. Ini adalah panggung strategis untuk memperkuat pendidikan vokasi, inovasi terapan, dan kolaborasi multipihak. Khofifah menilai kegiatan ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan daya saing sumber daya manusia (SDM) vokasi Indonesia di tengah tantangan global. “Insya Allah kita siap mendukung penuh penyelenggaraan Vocational Epicentre yang di dalamnya ada OLIVIA XI 2026,” ujar Khofifah dengan optimisme tinggi.
Menurutnya, SDM unggul dan hilirisasi inovasi vokasi merupakan pilar utama pembangunan bangsa. Jawa Timur, sebagai salah satu provinsi dengan ekosistem vokasi yang kuat, siap menjadi motor penggerak kemajuan pendidikan vokasi nasional. “Kesiapan SDM unggul, terampil, serta hilirisasi inovasi vokasi menjadi pilar utama menyongsong masa depan bangsa,” tegas Khofifah.
Rangkaian Kegiatan dan Partisipasi
Vocational Epicentre 2026 menghadirkan empat agenda utama: OLIVIA XI, The 3rd ICASVI, Vokasi Expo, dan Kongres X FPTVI. Berikut rincian kegiatannya:
| Kegiatan | Deskripsi | Partisipasi |
|---|---|---|
| OLIVIA XI | Olimpiade Vokasi Indonesia – kompetisi keterampilan vokasi tingkat nasional | 65 perguruan tinggi vokasi, 1.504 tim, 26 cabang lomba |
| The 3rd ICASVI | Konferensi internasional vokasi dengan tema Applied Innovation for Sustainable Impact | 5 pembicara utama dari 5 negara (3 benua) |
| Vokasi Expo | Pameran hasil inovasi dan produk vokasi | Terbuka untuk umum dan industri |
| Kongres X FPTVI | Forum pertemuan perguruan tinggi vokasi se-Indonesia | Pimpinan PT vokasi dan pemangku kepentingan |
Secara keseluruhan, diperkirakan 1.735 peserta dari dalam dan luar negeri akan hadir. Khusus OLIVIA XI, babak penyisihan telah melibatkan hampir 4.700 mahasiswa jenjang D1 hingga D4. Angka ini menunjukkan antusiasme dan keseriusan dunia vokasi Indonesia dalam mencetak talenta unggul.
Dampak dan Implikasi bagi Pendidikan Vokasi
Dukungan penuh Khofifah terhadap Vocational Epicentre 2026 membawa sejumlah dampak strategis:
- Penguatan Ekosistem Vokasi: Ajang ini memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi, perguruan tinggi, dan industri, sehingga lulusan vokasi semakin relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
- Peningkatan Daya Saing Global: Dengan hadirnya pembicara internasional di ICASVI, mahasiswa dan dosen vokasi Indonesia mendapatkan perspektif global dan jejaring internasional.
- Hilirisasi Inovasi: Inovasi terapan yang dihasilkan dari kompetisi dan pameran diharapkan dapat langsung diadopsi oleh industri, mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi.
- Pemerataan Akses Pendidikan: Khofifah menekankan bahwa pendidikan adalah kunci memutus kemiskinan. Melalui vokasi, masyarakat Jawa Timur, terutama dari daerah tertinggal, dapat meningkatkan taraf hidup.
Kronologi Audiensi dan Persiapan
Berikut kronologi persiapan Vocational Epicentre 2026:
- Juli 2025: UNESA mulai merancang Vocational Epicentre 2026 bersama Pemprov Jatim.
- Maret 2026: Pendaftaran peserta OLIVIA XI dibuka, diikuti 65 PT vokasi.
- Mei-Juni 2026: Babak penyisihan OLIVIA XI berlangsung di kampus masing-masing.
- 10 Juli 2026: Audiensi pimpinan UNESA dengan Gubernur Khofifah di Gedung Grahadi, Surabaya.
- 2-4 Agustus 2026: Pelaksanaan Vocational Epicentre 2026 di UNESA.
Khofifah berharap sinergi antara Fakultas Vokasi UNESA dan Pemprov Jatim terus diperkuat melalui program-program berkelanjutan. “Pendidikan adalah kunci memutus kemiskinan. Sehingga tidak ada masyarakat Jawa Timur yang tertinggal,” ucapnya.
Penutup: Menuju Masa Depan Vokasi yang Gemilang
Vocational Epicentre 2026 bukan hanya milik UNESA atau Jawa Timur, melainkan milik Indonesia. Dukungan penuh dari Gubernur Khofifah menjadi angin segar bagi dunia vokasi nasional. Dengan kolaborasi yang erat antara pemerintah, akademisi, dan industri, cita-cita mencetak SDM unggul yang siap bersaing di kancah global bukan lagi sekadar wacana. Semua mata kini tertuju pada Surabaya, tempat di mana inovasi dan keterampilan vokasi akan bersinar terang.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










