Bupati Kepulauan Meranti Siap Dukung Penuh 450 Mahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis

Bupati Kepulauan Meranti Siap Dukung Penuh 450 Mahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis

Suara Pecari, Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, menerima kunjungan silaturahmi sekaligus permohonan izin pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Datuk Laksemana Bengkalis di kediamannya, Minggu, 12 Juli 2026. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Asisten I Setda Kepulauan Meranti, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim), serta jajaran pembina dan dosen pendamping KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Wira Sugiarto, menyampaikan bahwa tahun 2026 merupakan tahun ketiga kampus tersebut menempatkan mahasiswa KKN di Kabupaten Kepulauan Meranti. Ini menunjukkan keberlanjutan kerja sama yang erat antara institusi pendidikan dan pemerintah daerah. Wira menjelaskan bahwa mahasiswa akan menjalankan pengabdian selama 40 hari di lima kecamatan, yaitu Tebing Tinggi Timur, Rangsang, Rangsang Pesisir, Merbau, dan Pulau Merbau.

Distribusi Mahasiswa dan Kesiapan Logistik

Secara keseluruhan, sebanyak 450 mahasiswa diterjunkan, terdiri dari 118 laki-laki dan 332 perempuan. Mereka akan tersebar di lima kecamatan dengan rincian sebagai berikut:

KecamatanTotal MahasiswaLaki-lakiPerempuan
Rangsang Pesisir13534101
Rangsang1012576
Tebing Tinggi Timur812160
Merbau671948
Pulau Merbau661947
Total450118332

Untuk wilayah Tebing Tinggi Timur, Rangsang, dan Rangsang Pesisir, mahasiswa sudah berada di Selatpanjang. Sementara peserta yang ditempatkan di Merbau dan Pulau Merbau telah langsung menuju lokasi masing-masing.

Dukungan Pemerintah Daerah: Transportasi dan Keamanan

Dalam kesempatan itu, pihak kampus memohon dukungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, khususnya terkait bantuan transportasi mahasiswa dan barang menuju lokasi KKN, serta pengangkutan kembali setelah program berakhir. Menanggapi hal tersebut, Bupati Asmar menyatakan pemerintah daerah siap memberikan dukungan penuh. Ia meminta Dinas Perhubungan bersama camat di wilayah tujuan untuk membantu kebutuhan transportasi mahasiswa menuju lokasi penempatan masing-masing. Selain itu, Asmar menginstruksikan seluruh camat agar memberikan pendampingan penuh selama mahasiswa melaksanakan KKN.

“Saya minta para camat membantu pembina dan mahasiswa agar seluruh kegiatan berjalan lancar. Pantau kondisi mereka dengan baik. Jika ada yang perlu diingatkan, silakan ditegur dengan cara yang baik demi menjaga nama baik kampus maupun daerah,” tegasnya.

Bupati juga memberikan perhatian khusus terhadap aspek keamanan dan kesehatan mahasiswa. Ia meminta aparat kecamatan, puskesmas, TNI, dan Polri untuk aktif melakukan pemantauan terhadap lokasi tempat tinggal mahasiswa serta memberikan pelayanan kesehatan secara cepat apabila diperlukan. “Kalau ada mahasiswa yang sakit atau membutuhkan bantuan, segera ditangani. Koordinasikan dengan puskesmas dan pemerintah kecamatan. Keselamatan dan kesehatan mereka harus menjadi prioritas,” katanya.

Kontribusi Nyata bagi Masyarakat

Lebih lanjut, Asmar berharap mahasiswa dapat memanfaatkan masa KKN untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, pendidikan, maupun pemberdayaan desa. Ia mendorong mahasiswa terlibat dalam:

  • Kegiatan gotong royong bersama warga.
  • Membantu proses belajar mengajar di sekolah-sekolah setempat.
  • Memberikan edukasi kepada masyarakat, misalnya tentang kesehatan, lingkungan, atau teknologi.
  • Berpartisipasi dalam program pembangunan desa yang dicanangkan pemerintah.

“Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar sekaligus mengabdi kepada masyarakat. Bangun komunikasi yang baik dengan warga, ikut bergotong royong, membantu sekolah, dan berikan kontribusi positif sesuai kemampuan masing-masing,” ujarnya.

Etika dan Kenyamanan Selama KKN

Asmar juga mengingatkan agar penempatan mahasiswa di desa tetap memperhatikan ketentuan dan etika, termasuk pemisahan tempat tinggal antara mahasiswa laki-laki dan perempuan demi menjaga kenyamanan dan keamanan selama pelaksanaan KKN. Hal ini penting untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengabdian dan pembelajaran.

Rencana Pelepasan Resmi

Rencananya, Bupati Kepulauan Meranti akan memberikan arahan sekaligus melepas secara resmi peserta KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis sebelum mereka diberangkatkan menuju lokasi pengabdian di seluruh wilayah penempatan. Pelepasan ini dijadwalkan dalam waktu dekat, menandai dimulainya program pengabdian yang diharapkan membawa manfaat besar bagi masyarakat Meranti.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, kolaborasi antara IAIN Datuk Laksemana Bengkalis dan Kabupaten Kepulauan Meranti terus diperkuat. KKN bukan hanya menjadi ajang pengabdian, tetapi juga sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami dinamika masyarakat pedesaan. Semoga program ini berjalan lancar dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi seluruh pihak.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *