Polri Sebut Perburuan Pelaku Penyerangan Polisi di Katingan Temui Titik Terang

Polri Sebut Perburuan Pelaku Penyerangan Polisi di Katingan Temui Titik Terang

Suara Pecari, Jakarta – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengumumkan perkembangan signifikan dalam pengejaran pelaku penyerangan brutal yang menewaskan tiga anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan, Kalimantan Tengah. Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menyatakan bahwa perburuan terhadap para pelaku kini mulai menemukan titik terang. Dalam konferensi pers di Bareskrim Polri pada Senin (6/7), Johnny mengimbau para pelaku yang masih buron untuk segera menyerahkan diri.

Kronologi Penyerangan

Peristiwa nahas itu terjadi pada awal Juli 2026, ketika anggota Satresnarkoba Polres Katingan sedang melakukan operasi pengungkapan jaringan narkoba di wilayah tersebut. Saat operasi berlangsung, sekelompok orang tak dikenal menyerang petugas dengan senjata tajam dan senjata api. Akibatnya, tiga anggota polisi gugur di tempat kejadian:

  • Aipda Yudhie Perdana Putra – meninggal akibat bacokan senjata tajam saat operasi.
  • Briptu Anumerta Nopandri Ramadhana – jasadnya ditemukan di Sungai Katingan pada Sabtu (4/7).
  • Aiptu Sumaryanto – jasadnya ditemukan mengapung di pinggir Sungai Katingan, Desa Tumbang Kelemei, pada Minggu (5/7).

Ketiga korban telah mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa dari Polri sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian mereka.

Perkembangan Penyelidikan

Hingga saat ini, polisi telah menangkap tiga terduga pelaku. Dua orang pertama berinisial S dan R ditangkap tak lama setelah kejadian. Kemudian, polisi berhasil menangkap N, yang diduga terlibat langsung dalam penyerangan. Namun, aparat memperkirakan masih ada pelaku lain yang buron, termasuk seorang berinisial B yang disebut sebagai bandar sabu dan otak di balik jaringan narkoba tersebut.

Nama PelakuStatusPeran
SDitangkapTerduga pelaku penyerangan
RDitangkapTerduga pelaku penyerangan
NDitangkapTerduga pelaku penyerangan
B (buron)Dalam pengejaranBandar sabu, otak jaringan

Dampak dan Implikasi

Peristiwa ini menjadi pukulan berat bagi institusi Polri, khususnya di wilayah Katingan. Tiga anggota polisi gugur dalam satu operasi menunjukkan tingginya risiko yang dihadapi aparat dalam memberantas peredaran narkoba. Masyarakat setempat pun gempar, mengingat Katingan selama ini dikenal sebagai daerah rawan peredaran narkoba. Kapolres Katingan AKBP Dedi Hartono menyatakan bahwa pihaknya akan meningkatkan kewaspadaan dan memperketat operasi serupa.

Di tingkat nasional, kasus ini memicu diskusi tentang perlindungan bagi aparat penegak hukum di lapangan. Sejumlah anggota DPR mendesak Polri untuk memperkuat perlengkapan dan pelatihan bagi personel yang bertugas di daerah rawan. Sementara itu, Kepala BNN Komjen Pol. Petrus Reinhard Golose menegaskan bahwa pemberantasan narkoba harus melibatkan sinergi antarlembaga dan dukungan masyarakat.

Imbauan dan Langkah Selanjutnya

Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir mengimbau para pelaku yang masih buron, khususnya B, untuk menyerahkan diri. “Kami akan terus mengejar sampai tuntas. Jika menyerahkan diri, proses hukum bisa berjalan lebih ringan,” ujarnya. Polri juga meminta masyarakat untuk melaporkan informasi terkait keberadaan pelaku. Hingga berita ini diturunkan, pengejaran terhadap pelaku lainnya masih terus dilakukan oleh tim gabungan dari Polda Kalimantan Tengah dan Bareskrim Polri.

Penyerangan terhadap aparat negara ini menjadi pengingat akan kerasnya medan perang melawan narkoba. Di tengah duka yang mendalam, Polri bertekad untuk mengusut tuntas kasus ini dan memastikan para pelaku menerima hukuman setimpal. Masyarakat pun berharap agar peristiwa serupa tidak terulang kembali, dan aparat keamanan dapat menjalankan tugas dengan lebih aman dan terlindungi.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *