FFI Masih Tunggu Tanggapan Resmi FIFA terkait Keinginan Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal 2028

FFI Masih Tunggu Tanggapan Resmi FIFA terkait Keinginan Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal 2028

Langkah Awal Menuju Piala Dunia Futsal 2028

Suara Pecari, Federasi Futsal Indonesia (FFI) masih menunggu tanggapan resmi dari FIFA terkait ketertarikan Indonesia untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia Futsal 2028. Ketua Umum FFI, Michael Sianipar, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menyampaikan minat tersebut kepada FIFA, namun hingga saat ini belum ada informasi resmi yang diterima. “Kami masih menunggu keputusan dari FIFA seperti apa,” ujar Michael Sianipar, dikutip dari Antara.

Ketertarikan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia Futsal 2028 bukanlah hal yang tiba-tiba. Sejak sukses menyelenggarakan Piala Asia Futsal 2026, Indonesia mendapat apresiasi tinggi dari AFC. Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menegaskan bahwa keberhasilan tersebut menjadi modal berharga untuk melangkah ke level dunia. “Kami dari pemerintah melihat peluang itu. Jika memungkinkan, kami ingin mencoba mengajukan Indonesia sebagai tuan rumah kejuaraan dunia futsal,” kata Erick Thohir.

Persaingan Ketat Calon Tuan Rumah

Indonesia tidak sendirian dalam perebutan hak tuan rumah. Beberapa negara lain juga dilaporkan menjadi kandidat, antara lain Spanyol, Prancis, Maroko, dan Kuwait. Persaingan ini tentu tidak mudah, mengingat pengalaman dan infrastruktur yang dimiliki negara-negara Eropa serta Maroko yang telah sukses menjadi tuan rumah Piala Dunia Futsal 2024.

Berikut daftar calon tuan rumah Piala Dunia Futsal 2028 yang beredar:

NegaraKontinentalPengalaman Tuan Rumah
IndonesiaAsiaPiala Asia Futsal 2026
SpanyolEropaPiala Dunia Futsal 1996
PrancisEropaEuro Futsal 2022
MarokoAfrikaPiala Dunia Futsal 2024
KuwaitAsiaPiala Asia Futsal 2022

Tantangan Rotasi Benua

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Indonesia adalah aturan rotasi benua dalam penyelenggaraan Piala Dunia Futsal. Erick Thohir mengakui bahwa jika Indonesia menjadi tuan rumah pada 2028, maka Asia akan menjadi tuan rumah dua kali berturut-turut, mengingat Maroko (Afrika) menjadi tuan rumah pada 2024. “Isunya 2028. Jika Indonesia menjadi tuan rumah, berarti Asia dua kali berturut-turut. Ini tentu perlu pembahasan dengan FIFA,” jelasnya.

FIFA biasanya menerapkan rotasi antar konfederasi untuk memberikan kesempatan yang merata. Namun, tidak ada aturan tertulis yang melarang benua yang sama menjadi tuan rumah berturut-turut. Hal ini membuka peluang negosiasi bagi Indonesia, terutama dengan dukungan dari AFC dan rekam jejak positif sebagai penyelenggara Piala Asia Futsal 2026.

Dampak dan Implikasi bagi Indonesia

Jika Indonesia berhasil menjadi tuan rumah, dampaknya akan sangat signifikan. Berikut beberapa poin penting:

  • Peningkatan Infrastruktur: Pembangunan atau renovasi arena futsal, hotel, dan transportasi akan mendorong perekonomian lokal.
  • Prestise Internasional: Menjadi tuan rumah Piala Dunia Futsal akan meningkatkan citra Indonesia di mata dunia.
  • Pengembangan Futsal Nasional: Turnamen besar akan memacu minat masyarakat dan investasi di bidang futsal.
  • Dampak Ekonomi: Sektor pariwisata, perhotelan, dan UMKM akan mendapat keuntungan dari kunjungan wisatawan asing.

Namun, ada juga tantangan yang harus dihadapi, seperti kesiapan sumber daya manusia, keamanan, dan pendanaan. Pemerintah dan FFI perlu bekerja sama untuk memastikan semua aspek terpenuhi.

Kronologi Perkembangan Pencalonan

Berikut kronologi terkait upaya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia Futsal 2028:

  1. 2026: Indonesia sukses menjadi tuan rumah Piala Asia Futsal 2026, mendapat apresiasi dari AFC.
  2. Juli 2026: Menpora Erick Thohir menyampaikan ketertarikan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia Futsal 2028.
  3. Juli 2026: FFI secara resmi menyampaikan minat kepada FIFA, namun masih menunggu tanggapan resmi.
  4. Agustus 2026 (rencana): FFI mengharapkan petunjuk teknis bidding dari FIFA untuk memulai proses pengajuan proposal.

Langkah Selanjutnya

FFI saat ini fokus pada komunikasi dengan FIFA untuk mendapatkan panduan bidding. Michael Sianipar menegaskan bahwa pihaknya siap mengikuti semua prosedur yang ditetapkan. Sementara itu, pemerintah melalui Kemenpora terus memberikan dukungan penuh. Erick Thohir optimistis, namun tetap realistis melihat persaingan yang ada.

Dengan modal prestasi sebagai tuan rumah Piala Asia Futsal 2026, Indonesia memiliki bukti konkret kemampuan menyelenggarakan turnamen internasional. Apresiasi AFC menjadi nilai tambah yang bisa menjadi daya tawar dalam negosiasi dengan FIFA.

Perjalanan menuju Piala Dunia Futsal 2028 masih panjang, namun langkah awal telah diambil. Semua mata tertuju pada keputusan FIFA yang akan menentukan apakah Indonesia akan menjadi tuan rumah turnamen bergengsi ini. Jika terwujud, ini akan menjadi tonggak sejarah baru bagi futsal Indonesia dan olahraga nasional secara keseluruhan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *