GREEN for Riau Dorong Media Ikut Edukasi Masyarakat Jaga Lingkungan Riau
Media sebagai Pilar Edukasi Lingkungan
Suara Pecari, Pekanbaru – Program GREEN for Riau kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan mengajak media massa sebagai mitra strategis. Dalam kegiatan Ngopi Bareng bertajuk “Media Roundtable dari GREEN for Riau” yang digelar pada Selasa, 7 Juli 2025, di Pekanbaru, para pemangku kepentingan sepakat bahwa media memiliki peran krusial dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan dan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Kegiatan yang berlangsung di salah satu kafe di pusat kota ini dihadiri oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kadiskominfotik) Provinsi Riau, Supriyadi, serta Koordinator Wilayah Riau program GREEN for Riau, Danang Kabul Sukresno. Diskusi berlangsung interaktif, di mana para jurnalis dari berbagai media cetak, elektronik, dan online turut memberikan masukan.
Pentingnya Peran Media dalam Isu Lingkungan
Dalam sambutannya, Supriyadi menekankan bahwa media bukan sekadar penyampai informasi, melainkan agen perubahan yang mampu membentuk opini publik. “Media dapat mengedukasi masyarakat dan menjaga lingkungan. Tidak sepatutnya kita mengeksploitasi secara besar-besaran, karena ada hak anak cucu kita untuk menikmati lingkungan ini,” ujar Supriyadi di hadapan puluhan wartawan.
Ia menambahkan, informasi yang disampaikan media dapat membangun kesadaran publik agar lebih peduli terhadap kelestarian alam. Menurutnya, pemanfaatan sumber daya alam harus dilakukan secara bijaksana dan tidak boleh hanya berorientasi pada kepentingan jangka pendek. “Kita harus berpikir tentang keberlanjutan. Eksploitasi yang berlebihan hanya akan merugikan generasi mendatang,” tegasnya.
Data dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Riau menunjukkan bahwa laju deforestasi di provinsi ini masih cukup tinggi, meskipun ada tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2024, luas hutan yang hilang mencapai 23.000 hektare, menurun 12% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, angka ini masih menjadi perhatian serius bagi para pegiat lingkungan.
| Tahun | Luas Deforestasi (ha) | Perubahan (%) |
|---|---|---|
| 2020 | 35.000 | – |
| 2021 | 30.000 | -14,3% |
| 2022 | 28.500 | -5% |
| 2023 | 26.000 | -8,8% |
| 2024 | 23.000 | -11,5% |
Kolaborasi Media dan GREEN for Riau
Sementara itu, Koordinator Wilayah Riau GREEN for Riau, Danang Kabul Sukresno, menyampaikan bahwa kegiatan media roundtable menjadi ruang diskusi untuk memperkuat kolaborasi dengan insan pers. Menurutnya, media tidak hanya berperan dalam menyampaikan informasi, tetapi juga dapat memberikan masukan dan gagasan konkret terkait isu lingkungan yang berkembang di daerah.
“Kami berharap media dapat bercerita, menjelaskan, atau menyampaikan saran yang lebih konkret lagi terkait isu-isu yang menjadi perhatian bersama,” kata Danang. Ia menjelaskan, keterlibatan berbagai pihak, termasuk media, menjadi bagian penting dalam mendukung program lingkungan agar pesan mengenai keberlanjutan dapat diterima lebih luas oleh masyarakat.
GREEN for Riau sendiri merupakan program yang fokus pada pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan di Provinsi Riau. Program ini mencakup berbagai kegiatan, seperti:
- Edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga hutan dan lahan gambut.
- Pelatihan ekonomi alternatif bagi masyarakat sekitar hutan agar tidak bergantung pada eksploitasi kayu.
- Advokasi kebijakan lingkungan yang berpihak pada keberlanjutan.
- Kampanye publik melalui media massa dan media sosial.
Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat Riau
Keterlibatan media dalam edukasi lingkungan diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan. Masyarakat yang lebih sadar lingkungan cenderung mengurangi praktik pembakaran hutan dan lahan, yang selama ini menjadi penyebab utama kabut asap di Riau. Selain itu, kesadaran akan pentingnya menjaga sumber daya air juga meningkat, mengingat Riau memiliki banyak sungai yang menjadi sumber kehidupan.
Implikasi lain adalah terbukanya peluang ekonomi baru melalui ekowisata dan produk ramah lingkungan. Media dapat mempromosikan destinasi wisata alam yang dikelola secara berkelanjutan, seperti Taman Nasional Tesso Nilo dan Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Bukit Baling. Hal ini sejalan dengan program pemerintah daerah yang ingin mengembangkan pariwisata berkelanjutan.
Harapan ke Depan
Melalui kegiatan Media Roundtable, GREEN for Riau berharap sinergi antara pemerintah, media, dan masyarakat dapat terus diperkuat untuk menjaga lingkungan serta mendorong pembangunan yang tetap memperhatikan keberlanjutan sumber daya alam. Diskusi ini menjadi langkah awal untuk menjalin kemitraan yang lebih erat, di mana media tidak hanya menjadi corong informasi, tetapi juga mitra aktif dalam mencari solusi atas permasalahan lingkungan.
Di akhir acara, para peserta sepakat untuk membentuk forum komunikasi antara media dan GREEN for Riau yang akan mengadakan pertemuan rutin setiap tiga bulan. Forum ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk berbagi informasi, merumuskan strategi kampanye, dan mengevaluasi dampak pemberitaan terhadap kesadaran masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi, masa depan lingkungan Riau yang lebih hijau dan lestari bukanlah sekadar impian. Media, sebagai pilar keempat demokrasi, memegang kunci untuk mengubah perilaku masyarakat melalui informasi yang akurat, mendidik, dan menginspirasi. Kini, saatnya semua pihak bergerak bersama, karena menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau pegiat lingkungan, melainkan tugas kita semua.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










