SIBAT Kepanjen Jember Dinobatkan sebagai Kelompok Relawan Paling Aktif di Indonesia

SIBAT Kepanjen Jember Dinobatkan sebagai Kelompok Relawan Paling Aktif di Indonesia

JEMBER – Kiprah relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, mendapat apresiasi dari Palang Merah Jepang atau Japan Red Cross Society (JRCS).

SIBAT Desa Kepanjen disebut sebagai salah satu kelompok SIBAT paling aktif di Indonesia. Pengakuan tersebut disampaikan perwakilan JRCS, Rio Fuji, saat melakukan kunjungan lapangan sekaligus presentasi program di Desa Kepanjen, Rabu (5/8/2026).

SIBAT Desa Kepanjen ini merupakan SIBAT paling aktif di Indonesia,” ujar Rio Fuji di hadapan pengurus PMI dan warga Desa Kepanjen.

Dalam kunjungan tersebut, Rio Fuji bersama tim JRCS, Sena Hasegawa dan Reo Nakamura, memperkenalkan sistem kerelawanan Palang Merah di Jepang. Sistem tersebut mencakup jenjang pusat, provinsi hingga tingkat lokal.

Di Jepang, terdapat 47 organisasi Palang Merah tingkat provinsi dan sekitar 2.048 kelompok relawan di tingkat lokal dengan jumlah personel yang mencapai sekitar 700 ribu orang. Sebagian besar relawan tersebut berasal dari kelompok masyarakat, termasuk kalangan ibu-ibu.

Kunjungan delegasi JRCS disambut pemerintah Desa Kepanjen bersama pengurus PMI Kabupaten Jember. Kepala Desa Kepanjen, Sukamid, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kolaborasi yang telah terjalin melalui program School and Community Resilience (SCR).

“Kami ucapkan selamat datang dan terima kasih banyak atas kunjungannya ke Kepanjen, khususnya kepada SIBAT Kepanjen. Program SCR hasil kerja sama JRCS dan PMI Kabupaten Jember ini telah berhasil menginternasionalkan Desa Kepanjen ke luar negeri,” kata Sukamid.

Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, turut menyampaikan kebanggaannya terhadap konsistensi dan keaktifan para relawan SIBAT Kepanjen.

Menurutnya, keberadaan relawan berbasis masyarakat menjadi penting karena wilayah Kepanjen dan kawasan pesisir Jember memiliki potensi menghadapi berbagai ancaman bencana.

“Kami sangat bangga dengan SIBAT Kepanjen. Mengingat topografi dan dinamika wilayahnya, kepedulian serta kekompakan mereka sangat luar biasa,” ungkap Zainollah.

Ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas relawan, terutama dalam menghadapi potensi bencana seperti gempa bumi dan tsunami.

“Kesiapsiagaan berbasis masyarakat seperti ini sangat diperlukan. SIBAT perlu terus memiliki keterampilan penanganan bencana, khususnya kesiapsiagaan terhadap ancaman seperti tsunami dan gempa bumi,” imbuhnya.

Selain melakukan kunjungan lapangan, tim JRCS yang didampingi pengurus PMI Kabupaten Jember juga menyerahkan sejumlah sarana dan prasarana untuk mendukung kesiapsiagaan serta respons darurat bencana SIBAT Desa Kepanjen.

Bantuan tersebut antara lain berupa tenda, genset, chainsaw, helm, sepatu boots, handy talky (HT), printer, laptop, perlengkapan dapur umum, serta pengeras suara.

Sejumlah perwakilan JRCS untuk Indonesia turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Yana Maulana, Teuku Awaludin dan Anwar Assyubali. Hadir pula perwakilan PMI Provinsi Jawa Timur, Julius Arianus Mbusu.

Melalui program SCR, SIBAT Desa Kepanjen terus diperkuat agar mampu menjalankan perannya dalam pengurangan risiko bencana di tingkat masyarakat.

Peran tersebut tidak hanya berkaitan dengan respons ketika bencana terjadi, tetapi juga mencakup perekrutan relawan lokal, penggalangan dana secara swadaya untuk kegiatan kemanusiaan, promosi donor darah, hingga edukasi mitigasi dan kesiapsiagaan bencana secara berkelanjutan.

Aktivitas tersebut menjadi bagian penting dari upaya membangun masyarakat yang lebih tangguh menghadapi bencana, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian kemanusiaan di tingkat desa.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *