Koalisi Masyarakat Sipil Desak GAIKINDO Percepat Transisi BEV di GIIAS 2026
Suara Pecari – Pada penutupan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, Koalisi Masyarakat Sipil melakukan aksi edukasi publik untuk mendesak Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mempercepat transisi menuju kendaraan listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV). Aksi ini ditandai dengan pembagian flyer berjudul “Pilih Kendaraan yang Gak Nyusahin Orang Lain” sebagai bentuk dorongan agar industri otomotif tidak hanya menjadikan kendaraan listrik sebagai pajangan, namun serius dalam mengambil tanggung jawab penuh terhadap transisi energi yang adil dan berkelanjutan.
Koalisi menyoroti pentingnya tanggung jawab produsen dalam mengelola emisi Scope 3, yaitu jejak karbon yang dihasilkan dari kendaraan berbahan bakar fosil dan hibrida yang sudah beredar di masyarakat. Selain itu, mereka menuntut produsen untuk aktif membangun ekosistem pendukung kendaraan listrik, termasuk pengembangan infrastruktur pengisian daya di tingkat domestik serta mempercepat penjualan kendaraan listrik murni.
Perkembangan Pasar Kendaraan Listrik di Indonesia
Desakan tersebut muncul di tengah pertumbuhan pesat pasar kendaraan listrik nasional. Data dari Kementerian Perdagangan menunjukkan lonjakan sebesar 69,4 persen pada penjualan kendaraan listrik selama semester pertama 2026. Tren ini menandakan minat konsumen terhadap elektrifikasi kendaraan semakin meningkat, namun masih terdapat catatan penting terkait dominasi kendaraan hybrid yang masih menggunakan bahan bakar fosil.
Bondan Andriyanu, Outreach and Advocacy Manager dari CERAH, menekankan bahwa pemerintah perlu memfokuskan insentif penuh pada kendaraan listrik murni berbasis komponen dalam negeri dan menghindari dukungan pada teknologi hibrida yang masih bergantung pada bahan bakar impor. Menurutnya, strategi ini penting untuk menghindari perlambatan transisi energi dan memastikan dana negara digunakan secara tepat guna.
Urgensi Transisi ke Kendaraan Listrik Murni
Laporan dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menguatkan posisi BEV sebagai solusi paling efektif dalam mengurangi emisi di sektor transportasi. Di Indonesia, transisi ini menjadi sangat penting mengingat kondisi kualitas udara di perkotaan yang masih tergolong buruk. Pengembangan kendaraan listrik diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam penanganan isu lingkungan sekaligus mendukung target pengurangan emisi nasional.
Selain itu, penguatan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik menjadi aspek krusial yang harus diperhatikan oleh industri dan pemerintah agar transisi ini berjalan lancar dan dapat dinikmati oleh masyarakat luas. Dengan adanya ekosistem yang terpadu, penggunaan BEV di Indonesia diharapkan semakin meningkat dan berkontribusi pada pengurangan ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Koalisi Masyarakat Sipil mengajak seluruh pihak terkait untuk mengambil langkah nyata dan bertanggung jawab dalam mempercepat peralihan ke kendaraan listrik murni demi masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










