Telkom Tegaskan Peran di UN Global Compact dan Gelar Zero Waste to Landfill
Suara Pecari, Jakarta – Telkom Indonesia menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan melalui penegasan peran dalam United Nations Global Compact (UNGC) dan pelaksanaan program Zero Waste to Landfill di kantor pusatnya, The Telkom Hub, Jakarta. Penyerahan sertifikat keanggotaan UNGC kepada Direktur Utama Telkom, Nanang Hendarno, oleh Executive Director UN Global Compact Network Indonesia, Dr. M. Windrawan Inantha, menandai langkah strategis perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam tata kelola dan operasi bisnis.
Partisipasi Telkom dalam UN Global Compact
Keanggotaan Telkom dalam UNGC memperkuat arah perusahaan untuk menerapkan praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Nanang Hendarno menyatakan bahwa keberlanjutan merupakan bagian vital dari transformasi perusahaan guna membangun bisnis yang berdaya saing dan bertanggung jawab dalam jangka panjang. Hal ini diwujudkan melalui berbagai langkah nyata mulai dari efisiensi energi, pengurangan emisi, hingga pengelolaan sampah yang efektif.
Program Zero Waste to Landfill
Sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan, Telkom meluncurkan program Zero Waste to Landfill bekerja sama dengan Waste4Change. Program ini bertujuan mengurangi sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir (TPA) dengan mengimplementasikan pemilahan sampah sejak sumber. Karyawan, petugas housekeeping, dan mitra pengelola sampah terlibat aktif dalam proses pemilahan, pengangkutan, dan pengolahan sampah secara terpisah berdasarkan kategori organik, anorganik, bahan berbahaya dan beracun (B3), serta residu.
Program ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah dan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 yang menekankan pentingnya pemilahan sampah dari sumber. Telkom mulai menerapkan program ini sejak 7 Oktober 2026, berfokus pada pengurangan sampah yang masuk ke TPST Bantargebang.
Data Sampah dan Implementasi
Selama periode Januari hingga Juni 2026, volume sampah di The Telkom Hub berkisar antara 14.604 kg hingga 30.334 kg per bulan. Data menunjukkan bahwa 51 persen sampah merupakan residu, 32 persen sampah organik, dan sisanya terdiri dari plastik serta kertas. Pengelolaan sampah yang terstruktur ini diharapkan dapat mengurangi dampak lingkungan dan mendukung keberlanjutan operasional perusahaan.
Makna dan Dampak Keberlanjutan bagi Telkom
Bagi TelkomGroup, keberlanjutan bukan sekadar memenuhi standar lingkungan, melainkan menjadi bagian dari strategi bisnis dan budaya kerja yang menyeluruh. Nanang menekankan bahwa transformasi menuju perusahaan berkelanjutan memerlukan kebijakan, sistem, dan keterlibatan seluruh insan TelkomGroup. Keanggotaan dalam UN Global Compact dan program Zero Waste to Landfill merupakan wujud nyata komitmen tersebut, memperkuat posisi Telkom sebagai perusahaan yang bertanggung jawab dan peduli terhadap lingkungan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










