ICW Ungkap Pengadaan Burung Merpati Senilai Rp 305 Juta dalam Peringatan HUT ke-81 RI
Suara Pecari – Indonesia Corruption Watch (ICW) mengungkap adanya pengadaan burung merpati senilai Rp 305 juta yang dilakukan oleh Kementerian Sekretariat Negara dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Pengadaan ini menjadi sorotan karena dilakukan di tengah upaya efisiensi anggaran pemerintah dan masih adanya kebutuhan dana untuk penanganan bencana di beberapa wilayah.
Pengadaan burung merpati tersebut dimenangkan oleh perusahaan Indoglobal Multi Karya dan tercatat dalam data resmi di situs Data Indonesia Procurement (INAPROC). Selain itu, terdapat juga pengadaan suvenir dengan total anggaran mencapai Rp 21,7 miliar untuk rangkaian acara HUT ke-81 RI yang digelar di Istana pada 17 Agustus 2026.
Temuan ICW dan Kritik terhadap Prioritas Anggaran
Staf Investigasi ICW, Azhim Syah, menilai pengadaan burung merpati dengan nilai yang cukup besar tersebut menunjukkan adanya masalah dalam prioritas penggunaan anggaran negara. Menurutnya, pengadaan ini terkesan berlebihan mengingat kondisi efisiensi anggaran yang sedang diterapkan pemerintah dan berbagai bencana yang masih membutuhkan penanganan serius, seperti kebakaran hutan di Kalimantan, bencana di Nusa Tenggara Timur, serta pemulihan pasca bencana di Aceh dan Sumatera.
Azhim menegaskan bahwa persoalan utama bukan terletak pada nominal anggaran, melainkan bagaimana pengelolaan anggaran pemerintah harus didasarkan pada skala prioritas dan urgensi kebutuhan masyarakat.
Konteks Pengadaan dan Kondisi Anggaran
Rangkaian acara peringatan HUT ke-81 RI meliputi upacara bendera dan karnaval yang diselenggarakan oleh Istana dengan anggaran miliaran rupiah. Pengadaan burung merpati dan suvenir merupakan sebagian dari biaya tersebut. Namun, ICW juga menyoroti tidak ditemukannya pengadaan yang signifikan untuk penanganan bencana di tahun anggaran 2026 pada Kementerian Sekretariat Negara maupun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai alokasi anggaran dan fokus pemerintah dalam memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat, terutama di tengah situasi darurat bencana yang masih berlangsung di beberapa daerah.
Dampak dan Implikasi
Pengungkapan ICW ini memicu perdebatan tentang transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara dalam kegiatan seremonial. Masyarakat menuntut agar pengeluaran negara lebih diarahkan pada penanganan masalah yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan dan keselamatan warga, terutama di masa krisis seperti saat ini.
Selain itu, temuan ini menjadi pengingat pentingnya pengelolaan anggaran yang berorientasi pada prioritas dan kebutuhan aktual, agar dana publik dapat dimanfaatkan secara optimal dan tidak menimbulkan kesan pemborosan.
Pengadaan burung merpati senilai Rp 305 juta dan suvenir senilai miliaran rupiah dalam perayaan HUT ke-81 RI menjadi sorotan utama yang akan terus menjadi perhatian publik dan lembaga pengawas anggaran di masa mendatang.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.








