54 Jalur Ramaikan Pacu Jalur Benai, Bupati Tegaskan Komitmen Lestarikan Budaya

54 Jalur Ramaikan Pacu Jalur Benai, Bupati Tegaskan Komitmen Lestarikan Budaya

Suara Pecari, Kuantan Singingi – Sebanyak 54 jalur tradisional ambil bagian dalam Pacu Jalur Rayon III Kecamatan Benai yang digelar di Tepian Benai, Jumat, 10 Juli 2026. Ajang yang merupakan bagian dari rangkaian tradisi tahunan masyarakat Kuantan Singingi ini dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuantan Singingi, Muklisin, didampingi Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Muradi, Ketua Panitia Masnur Judin, dan Camat Benai Paimun Hendro.

Komitmen Melestarikan Warisan Budaya

Dalam sambutannya, Muklisin menegaskan bahwa Pacu Jalur bukan sekadar perlombaan tradisional, melainkan identitas dan warisan budaya yang harus dijaga dari generasi ke generasi. “Pacu Jalur adalah wajah Kabupaten Kuantan Singingi. Budaya ini tidak akan lekang oleh panas dan tidak akan tergilas arus perkembangan zaman selama kita semua terus menjaga, merawat, dan melestarikannya,” ujarnya dengan penuh semangat.

Pernyataan tersebut menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung dan mempromosikan Pacu Jalur sebagai aset budaya yang tak ternilai. Muklisin juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang luar biasa, serta kerja keras panitia yang berhasil menyelenggarakan acara dengan baik. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan agenda budaya tidak terlepas dari sinergi seluruh pihak, mulai dari panitia, masyarakat, peserta, hingga aparat yang bertugas.

Partisipasi dan Antusiasme Masyarakat

Partisipasi 54 jalur dalam perlombaan tahun ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk melestarikan tradisi. Jalur-jalur tersebut berasal dari berbagai desa di Kecamatan Benai dan sekitarnya. Masing-masing jalur memiliki nama unik yang sarat makna, seperti Selendang Putri Danau Seroja dari Desa Tanjung Simandolak dan 9 Langkah Arung Samudra dari Desa Banjar Benai. Kedua jalur ini menjadi sorotan dalam pertandingan hari pertama karena persaingan ketat yang mereka tampilkan.

“Kekompakan panitia dan masyarakat sangat menentukan suksesnya penyelenggaraan event ini. Mari kita jaga bersama agar Pacu Jalur tetap menjadi kebanggaan masyarakat Kuantan Singingi,” tambah Muklisin.

Drama Pertandingan Hari Pertama

Salah satu laga paling dramatis pada hari pertama mempertemukan Jalur Selendang Putri Danau Seroja melawan Jalur 9 Langkah Arung Samudra. Sejak start, kedua jalur saling bergantian memimpin, membuat penonton terpaku di tepian. Persaingan ketat berlangsung hingga garis finis, di mana kedua jalur hampir bersamaan mencapai garis akhir. Panitia pun harus memutar ulang tayangan monitor untuk memastikan pemenang. Setelah verifikasi ketat, Jalur Selendang Putri Danau Seroja dinyatakan unggul tipis, sekaligus menutup salah satu laga paling menegangkan pada hari pertama.

Momen ini menunjukkan bahwa Pacu Jalur bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga strategi, kekompakan tim, dan semangat sportivitas. Pertandingan seperti ini menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton, baik lokal maupun wisatawan.

Dukungan Aparat Keamanan

Kapolres Kuantan Singingi, AKBP Hidayat Perdana, yang turut hadir, menyatakan optimisme bahwa pelaksanaan Pacu Jalur Rayon III dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar. “Saya yakin pelaksanaan Pacu Jalur Rayon III Kecamatan Benai dapat berlangsung aman dan lancar sepanjang masyarakat dan panitia tetap kompak serta didukung aparat keamanan yang bertugas secara maksimal,” tegasnya.

Kehadiran aparat keamanan di lokasi acara memberikan rasa aman bagi peserta dan penonton. Polres Kuantan Singingi menerjunkan personel untuk mengatur lalu lintas, mengamankan area perlombaan, serta mengantisipasi potensi gangguan. Sinergi antara panitia, masyarakat, dan aparat menjadi kunci suksesnya acara besar seperti ini.

Daftar Peserta Hari Pertama

Berikut adalah beberapa jalur yang bertanding pada hari pertama Pacu Jalur Rayon III Kecamatan Benai:

Nama JalurAsal DesaHasil Pertandingan
Selendang Putri Danau SerojaTanjung SimandolakMenang (unggul tipis)
9 Langkah Arung SamudraBanjar BenaiKalah (selisih tipis)

Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat dan Pariwisata

Pacu Jalur bukan hanya ajang pelestarian budaya, tetapi juga memiliki dampak ekonomi dan sosial yang signifikan. Acara ini menarik ribuan pengunjung, baik dari dalam maupun luar daerah, yang berdampak pada peningkatan ekonomi lokal. Pedagang kaki lima, penginapan, dan transportasi lokal merasakan lonjakan pendapatan selama perhelatan berlangsung. Selain itu, Pacu Jalur menjadi daya tarik wisata yang dapat mempromosikan Kabupaten Kuantan Singingi ke kancah nasional.

Dari sisi sosial, Pacu Jalur memperkuat rasa kebersamaan dan gotong royong. Masyarakat bahu-membahu mempersiapkan jalur, melatih pendayung, dan menyelenggarakan acara. Nilai-nilai ini penting untuk diwariskan kepada generasi muda agar mereka tidak melupakan akar budaya mereka di tengah arus modernisasi.

Pemerintah daerah berharap, dengan terus digelarnya Pacu Jalur secara rutin, budaya ini dapat tetap hidup dan bahkan berkembang. Inovasi dalam penyelenggaraan, seperti penggunaan teknologi untuk memastikan keadilan perlombaan (misalnya tayangan ulang), menunjukkan bahwa tradisi dapat beradaptasi dengan zaman tanpa kehilangan esensinya.

Ajakan untuk Menjaga Sportivitas dan Persatuan

Baik Plt Bupati Muklisin maupun Kapolres Hidayat Perdana mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan, menjunjung tinggi nilai sportivitas, dan bersama-sama menyukseskan Pacu Jalur sebagai warisan budaya yang membanggakan. “Mari kita jaga agar Pacu Jalur tetap menjadi kebanggaan masyarakat Kuantan Singingi,” pesan Muklisin di akhir sambutannya.

Hari pertama Pacu Jalur Rayon III Kecamatan Benai juga dihadiri sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi, unsur Forkopimcam, serta tokoh masyarakat. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap pelestarian budaya lokal.

Pacu Jalur akan berlangsung selama beberapa hari ke depan dengan jadwal pertandingan yang padat. Masyarakat diimbau untuk terus menjaga ketertiban dan keamanan, serta menikmati setiap momen pertandingan dengan penuh sukacita. Semoga tradisi ini terus lestari dan menjadi warisan abadi bagi generasi mendatang.

Di tengah gemuruh sorak penonton dan derap dayung yang kompak, Pacu Jalur Benai kembali membuktikan bahwa budaya tradisional mampu bertahan dan bahkan bersinar di era modern. Dengan komitmen bersama, tradisi ini akan terus menjadi denyut nadi masyarakat Kuantan Singingi.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *