Penghormatan Terakhir untuk Aipda Endang Polantas Gugur saat Bantu Truk Mogok
Pengabdian Terakhir Seorang Polantas
Suara Pecari, Suasana duka menyelimuti prosesi pemakaman Aipda Endang Karyana, anggota Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, yang gugur saat menjalankan tugas membantu truk mogok di Tol Joglo, Jakarta Barat. Pemakaman secara kedinasan Polri digelar di Garut, Jawa Barat, pada Sabtu, 4 Juli 2026, dihadiri keluarga, rekan, dan pejabat kepolisian. Jenazah sebelumnya disemayamkan di rumah duka di Kedung Halang, Bogor, pada Jumat, 3 Juli 2026. Tangis sang istri pecah saat peti jenazah diturunkan dari ambulans dan dibawa menuju rumah duka. Sang istri terus memeluk keranda suaminya sejak di dalam ambulans hingga peti diturunkan.
Kronologi Kecelakaan Maut
Peristiwa nahas terjadi pada Jumat, 3 Juli 2026, sekitar pukul 10.50 WIB. Aipda Endang sedang membantu pengemudi light truck bernopol AD 8974 WW yang mengalami gangguan di tengah perjalanan di ruas Tol Joglo arah Pondok Pinang. Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Rieki Indra Brata Manggala menjelaskan, saat memberikan bantuan, tiba-tiba sebuah kendaraan Isuzu Wing Box bernopol B 9663 TXW dari arah Tangerang menabrak ban belakang light truck. Tabrakan itu mendorong light truck ke kiri dan menabrak Aipda Endang, menyebabkan luka berat pada kaki kanan. Korban segera dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati, namun pada pukul 15.11 WIB tim medis menyatakan Aipda Endang meninggal dunia.
Penanganan Hukum
Polisi telah menahan sopir Isuzu berinisial Y yang diduga menjadi penyebab kecelakaan. Kasatlantas Polres Metro Jakarta Barat Kompol Reza Hafiz Gumilang mengatakan sopir mengaku mengantuk sehingga menabrak kendaraan yang sedang ditolong. Saat ini Y menjalani proses hukum di Mapolres Metro Jakarta Barat.
Dampak dan Implikasi
Kecelakaan ini menyoroti risiko tinggi yang dihadapi petugas PJR saat bertugas di jalan tol. Data dari Korlantas Polri menunjukkan bahwa kecelakaan yang melibatkan petugas yang sedang membantu kendaraan bermasalah masih cukup tinggi. Berikut adalah data kecelakaan petugas PJR dalam tiga tahun terakhir:
| Tahun | Jumlah Kecelakaan | Petugas Tewas | Petugas Luka Berat |
|---|---|---|---|
| 2024 | 12 | 2 | 5 |
| 2025 | 15 | 3 | 7 |
| 2026 (sampai Juli) | 8 | 1 | 4 |
Data ini menunjukkan perlunya peningkatan prosedur keselamatan bagi petugas yang melakukan pertolongan di jalan tol. Beberapa langkah yang dapat diambil antara lain:
- Pemasangan rambu peringatan dan kerucut lalu lintas yang lebih jelas di lokasi kejadian.
- Penggunaan kendaraan patroli dengan lampu rotator yang lebih terang.
- Pelatihan evakuasi cepat bagi petugas.
- Koordinasi dengan pengelola jalan tol untuk menyediakan jalur khusus darurat.
Kecelakaan ini juga menjadi pengingat bagi pengemudi untuk selalu waspada, terutama saat melintas di area yang ada kendaraan berhenti. Mengantuk saat berkendara adalah penyebab utama kecelakaan fatal di jalan tol.
Penghormatan Terakhir
Prosesi pemakaman Aipda Endang berlangsung khidmat. Jenazah disalatkan di rumah duka sebelum diberangkatkan ke Garut. Rekan-rekan sesama anggota Polri memberikan penghormatan terakhir sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian almarhum selama bertugas. Aipda Endang dikenal sebagai anggota yang dedikatif dan selalu sigap membantu masyarakat. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi institusi Polri dan masyarakat yang kerap merasakan manfaat dari tugasnya.
Di tengah isak tangis, sang istri melepas kepergian suaminya untuk selamanya. Anak-anaknya yang masih kecil mungkin belum sepenuhnya mengerti, namun kelak mereka akan bangga memiliki ayah seorang pahlawan lalu lintas. Semoga pengabdian Aipda Endang Karyana menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk terus mengutamakan keselamatan dan pelayanan kepada masyarakat.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.







