Industri Animasi Indonesia Meningkat Pesat Tiga Kali Lipat Menurut KemenEKRAF
Suara Pecari | Industri animasi di Indonesia mengalami lonjakan signifikan, dengan pertumbuhan yang mencapai tiga kali lipat dalam satu dekade terakhir. Hal ini dinyatakan oleh Menteri Ekonomi dan Kreatif, Teuku Riefky Harsya, dalam acara peluncuran Indonesia Animation Report 2026 di Jakarta.
Riefky mengungkapkan bahwa nilai industri animasi nasional meningkat dari sekitar Rp240 miliar pada tahun 2015 menjadi Rp800 miliar pada tahun 2025. Capaian ini menunjukkan perkembangan yang menggembirakan dan menggambarkan transformasi sektor animasi dari penyedia jasa produksi menjadi pencipta karya orisinal.
Lebih lanjut, Riefky menjelaskan bahwa pada tahun 2025, pendapatan dari sektor kekayaan intelektual (IP) animasi diperkirakan akan meningkat hingga 280 persen dibandingkan sepuluh tahun yang lalu. Hal ini menjadi tanda bahwa industri animasi Indonesia semakin berdaya saing di tingkat internasional.
Anggota Asosiasi Industri Animasi Indonesia (AINAKI) kini memiliki setidaknya 299 karakter IP lokal, yang menunjukkan perkembangan yang pesat dalam menciptakan karya-karya asli. Contoh sukses dari industri ini adalah film animasi “Jumbo” yang diproduksi oleh Visinema, yang berhasil menarik lebih dari 10 juta penonton di bioskop.
Riefky menekankan bahwa hasil tersebut mencerminkan kualitas animator Indonesia yang kini sudah berada pada tingkat yang sangat kompetitif. Ia menambahkan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memperkuat ekosistem industri animasi melalui kebijakan yang berbasis riset, perlindungan hak kekayaan intelektual, serta pengembangan skema pembiayaan berbasis IP.
Indonesia Animation Report 2026 yang diluncurkan merupakan studi komprehensif yang memetakan kondisi, potensi, serta tantangan yang dihadapi oleh industri animasi nasional. Laporan ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan sektor animasi di masa mendatang.
Dengan berbagai langkah yang diambil, industri animasi Indonesia menunjukkan potensi besar untuk terus berkembang dan berkontribusi pada ekonomi kreatif nasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.
















