Perlambatan Ekonomi Global Picu Defisit Neraca Pembayaran di Triwulan I 2026
Suara Pecari | Jakarta – Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan I 2026 mengalami defisit sebesar USD9,1 miliar. Defisit tersebut dipengaruhi oleh perlambatan ekonomi global. Defisit inilah yang menyebabkan cadangan devisa Indonesia pada Maret 2026 menurun menjadi USD148,2 miliar. Meskipun demikian, posisi cadangan devisa masih di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Neraca perdagangan nonmigas tetap membukukan surplus meskipun surplusnya menurun dibandingkan triwulan sebelumnya. Sementara itu, neraca perdagangan migas mengalami defisit, tapi defisitnya lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya. Neraca pendapatan primer mengalami defisit yang meningkat dipengaruhi oleh kenaikan pembayaran kupon/bunga. Sementara itu, kinerja neraca jasa membaik sejalan dengan penurunan impor jasa freight.
BI menyebut dinamika perekonomian global akan mempengaruhi prospek NPI selanjutnya. Karenanya, BI akan memperkuat respons bauran kebijakan dengan pemerintah otoritas terkait. BI meyakini kinerja NPI sepanjang tahun 2026 tetap baik dengan defisit transaksi berjalan yang rendah. BI memprakirakan kisaran defisitnya sebesar 1,3 persen sampai dengan 0,5 persen dari PDB.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












