Wamendag Roro Dorong UMKM Bali Naik Kelas Lewat Digitalisasi dan Ekspor

Wamendag Roro Dorong UMKM Bali Naik Kelas Lewat Digitalisasi dan Ekspor

Suara Pecari | Wamendag Roro Dorong Peningkatan Kapasitas UMKM di Era Digital LPP RRI menjadi sorotan dalam kunjungan kerja Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri ke Bali. Dalam acara yang digelar di Badung, Roro menekankan pentingnya transformasi digital bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu bersaing di pasar domestik dan global. Menurutnya, pelaku UMKM tidak cukup hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga harus memahami pasar, menjaga standar, dan membangun merek.

Wamendag Roro Dorong Peningkatan Kapasitas UMKM di Era Digital LPP RRI sejalan dengan program Kemendag yang fokus pada pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, dan gerakan Dari Lokal untuk Global. Roro menyebut bahwa digitalisasi, kecerdasan buatan, ekonomi hijau, dan perubahan preferensi konsumen telah mengubah lanskap perdagangan secara drastis. Oleh karena itu, UMKM harus adaptif dan inovatif.

“Pelaku usaha Indonesia, termasuk UMKM, tidak cukup hanya mampu menghasilkan produk yang baik. UMKM juga perlu memahami pasar, menjaga kualitas, memenuhi standar, membangun merek,” ujar Roro dalam keterangan yang dikutip Sabtu (6/6/2026).

Wamendag Roro Dorong Peningkatan Kapasitas UMKM di Era Digital LPP RRI juga menyoroti persepsi bahwa ekspor hanya bisa dilakukan perusahaan besar. Roro membantah anggapan tersebut dan menegaskan bahwa dengan pendampingan tepat, teknologi sesuai, serta akses pasar terarah, UMKM dapat memulai perjalanan ekspor secara bertahap. Kemendag memiliki berbagai program yang dapat dimanfaatkan UMKM, termasuk mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli melalui jaringan perwakilan perdagangan di 33 negara.

Chief Representatives US-ASEAN Business Council (USABC) Indonesia, Nugraheni Utami, yang turut hadir, menambahkan bahwa saat ini fokus bukan lagi menambah jumlah UMKM, melainkan memperkuat kualitas dan daya saing. “Kita melihat UMKM selalu disebut sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia. Namun, kini bukan lagi tentang jumlah UMKM yang diperbanyak, tapi bagaimana kita bisa membuat UMKM menjadi lebih kuat, lebih berdaya saing tinggi, dan tentunya naik kelas,” ujar Nugraheni.

Salah satu pelaku UMKM asal Bali, Sintawati, mengaku mendapat manfaat besar dari kegiatan pemberdayaan ini. Ia memperoleh wawasan tentang peluang ekspor bagi usaha perorangan serta kesempatan memperluas jaringan. “Sebelumnya saya tidak mengetahui bahwa usaha perorangan juga bisa melakukan ekspor langsung, tapi setelah mengikuti pelatihan saya mendapat ilmu dan bimbingan,” katanya.

Dalam kunjungannya, Roro juga mendorong pelaku usaha muda untuk memanfaatkan peluang ekspor. Ia menegaskan komitmen Kemendag menjadi mediator yang mempertemukan pelaku usaha dengan buyer potensial. Wamendag Roro Dorong Peningkatan Kapasitas UMKM di Era Digital LPP RRI diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat basis ekspor nasional dan meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM di Indonesia.

Kesimpulannya, melalui dorongan digitalisasi dan akses ekspor, UMKM Indonesia diharapkan mampu naik kelas dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional. Kolaborasi antara pemerintah, asosiasi usaha, dan pelaku UMKM menjadi kunci untuk mewujudkan hal tersebut.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan